JAILOLO-PM.com, Menindaklanjuti penanganan gizi buruk, Stunting dan ibu hamil di Kecamatan Ibu Selatan, Dinas Kesehatan Halmaherah Barat (Halbar), melakukan pertemuan bersama Camat, Kepala Puskesmas dan Para kepala Desa se-Kecamatan Ibu Selatan yang dipusatkan di ruang pertemuan Puskesmas Baru. Hal ini dilakukan pembahasan terkait tindak lanjut dari penanganan bayi gizi buruk yang pernah di rawat di Panti Pemulihan gizi.

Kunjungan ini menunjukan keseriusan untuk menyamakan pandangan tentang cara dan pola penangan bayi gizi buruk, Stunting dan Bumil Kek. Ada 3 bayi gizi buruk yang pernah di rawat dipanti pemulihan gizi Buruk yakni  Falerin, Jibril dan Alfaldo. Semuanya sudah dipulangkan karena sudah terjadi peningkatan berat badannya (BB) dan secara otomatis sudah terjadi perubahan status gizi

“Pertemuan ini guna melihat sejauh mana keseriusan keterlibatan Kecamatan, Puskesmas dan Desa dalam melakukan penanganan lanjut,” kata Kabid Kesmas Herni Djafar kepada wartawan, Jumat (21/08).

Terpisah, saat dikonfirmasi Kadis Kesehatan Halbar Rosfinje Kalengit menjelaskan, masalah gizi buruk, Stunting dan Bumil Kek bukan menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, tapi ada keterlibatan Lintas sektor, tugas dan tanggung jawab antara Dinas Kesehatan, Kecamatan, Puskesmas, Desa dan lainnya harus jelas sehingga tidak ada tumpang tindih dalam penangan kasus Gizi buruk di Kecamatan Ibu selatan.

“Harapan kami, dengan jelasnya tugas dan tanggung jawab, kita bisa sama-sama menyelesaikan permasalah Gizi buruk, Stunting dan Ibu Hamil Kek di Kecamatan Ibu Selatan khususnya Kab Halbar secara menyeluru,” tutupnya. (wm01/red)