poskomalut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Maluku Utara mencatat Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Utara menyumbang tingginya angka kecelakaan lalu lintas atau laka lantas sepanjang 2025.
“Untuk dua daerah ini masih ditemukan banyak kecelakaan lalu lintas,” ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Maluku Utara, Kombes Pol Doni Hermawan dalam rilis akhir tahun di Sofifi, Selasa (30/12/2025).
Hermawan mengungkapkan, total kasus laka Lantas di Maluku Utara mengalami kenaikan 18 kasus atau 12% dibanding 2024.
“Dari angka kecelakaan itu lebih dominan pada kendaraan roda dua. Tentu ini akan menjadi pekerjaan atau tugas kami di tahun 2026,” katanya.
Menurut Dirlantas, timbulnya kecelakaan hingga menimbulkan korban, disebabkan pengendara lebih banyak tidak menggunakan helm.
Ia menyatakan, pada 2026 Ditlantas Polda Maluku Utara akan berupaya melakukan pencegahan dengan melibatkan sejumlah pihak.
“Sebab dari data yang kami peroleh tahun ini khusus untuk laka lantas alami peningkatan 18 kasus. Sedangkan kerugian materil di 2025 mencapai Rp750.265.700. Angka itu mengalami penurunan 29% dibandingkan dengan 2024 yang mencapai Rp1.053.710.510,” jelasnya.
Selain laka lantas, Ditlantas Polda Maluku Utara dan Satlantas Polres jajaran juga mencatat pelanggaran lalu lintas menurun di 2025.
Ini merupakan dampak dari masifnya sosialisasi ke masyarakat terhadap tertib berlalu lintas di jalan.
“Kalau data kami sepanjang 2025 untuk pelanggaran lalu lintas alami penurunan,” jelasnya.
Hermawan mengatakan, dari angka tersebut terlihat dari tilang yang terdata 5.901 turun 34 persen, sedangkan teguran 3.167 turun 25 persen.
Sementara, tilang ETLE hanya 102 turun 17 persen, tentu hal ini menunjukkan masifnya anggota melakukan kegiatan di lapangan.

Tinggalkan Balasan