MABA-pm.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), meminta warga waspada terhadap potensi bencana alam longsor, banjir dan angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Haltim Darso Gadjal, menyampaikan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau Dua bibit siklon tropis di sekitar Indonesia.

Dua Bibit Siklon Tropis 91W terpantau di Laut Filipina bagian barat dengan kecepatan angin maksimum 30 knots (56km/jam) tekanan udara minimum 1004 hPa.

Berikutnya, Bibit Siklon Tropis Gaemi di Laut Filipina sebelah utara Maluku Utara dengan kecepatan angin maksimum 30 knots (56 km/jam) dan tekanan udara minimum 1004 hPa.

“BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Indonesia pada hari Minggu dan Senin,” ujarnya, Senin (22/7/2024).

Dirinya menuturkan, BMKG memprediksi sejumlah wilayah diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Dalam 24 jam ke depan Bibit Siklon Tropis 91W berpeluang tinggi menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat laut, dan Bibit Siklon Tropis gaemi dalam 24 jam.

“Kedepan berpeluang tinggi menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah utara-barat laut sehingga Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tekanan rendah dan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi tersebut,” kata Darso.

Ia menambahkan, Maluku Utara khususnya Halmahera Timur juga menjadi wilayah terdampak akibat dua siklon tersebut sehingga intensitas curah hujan menjadi tinggi dan berpotensi terjadi bencana alam banjir, longsor, gelombang tinggi serta angin kencang

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam tersebar di 10 kecamatan, karena topografi alamnya terdapat pegunungan, perbukitan, aliran sungai dan tepi pesisir pantai. Lebih khususnya  Kecamatan Wasile Timur, Wasile, Wasile Selatan, Maba Tengah dan Maba-Buli.

”“Kami BPBD Haltim meminta masyarakat  agar meningkatkan kewaspadaan, melakukan mitigasi mandiri serta mengamankan barang-barang berharga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.