JAILOLO-PM.com, Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19, tetapi SMA/SMK sederajat di Kabupaten Halmahera Barat sejak September hingga November proses belajar mengajar tetap digelar tatap muka. Hal ini disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara yang wilayahnya kerjanya di Halbar, Rambli Litiloly kepada Posko Malut, Senin (23/11).
“Untuk SMA SMK hasil rapat dengan dinas pendidikan provinsi terus desakan dari cabang dinas terkait dengan penataan wilayah lalu penataan wilayah dikoordinasi oleh sekertaris dinas provinsi, Halbar berada pada zona kuning sehingga diperbolehkan belajar tatap muka namun diperketat dengan protokol kesehatan,” ujarnya.
Jadi setelah mendapatkan hasil bahwa wilayah Halbar masuk pada zona kuning, Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Barat kembali melakukan rapat dengan dinas kesehatan dan penaggulanag bencana daerah hasil rapatnya terdapat ada poin-poin kesepakatan tentang belajar tatap muka.
“Di lanjut keesokan hari rapat dengan kepala-kepala sekolah juga menyepakati belajar tatap muka setelah itu kepala cabang dinas kabupaten hambar membuat regulasi dalam bentul shop Standar apersonal pembelajaran kemudian dibagikan ke sekolah-sekolah serta sekolah menindaklanjuti rapat dengan orang tua murid lalu dibuat kesepakatan untuk mengikuti proses belajar di sekolah,” jelasnya.
Kemudian syarat kurikulum 36 siswa perombeng namun dengan adanya covid dan wilayah berasal pada zona kuning, diperbolehkan belajar tatap muka maka 50 persen dari standar per kelas sebanyak 18 siswa dengan jaraknya 1 meter stenga jarak siswa saat berada didalam kelas mengikuti pembelajaran. (wm01/red)



Tinggalkan Balasan