poskomalut.com
baner header

Santri Alkhairaat Tobelo Gelar Dialog Terbuka Menjaga Keberagaman

TOBELO-PM.com, Dalam rangka mengatasi problem perbedaan suku bangsa dalam prespektif agama. Organisasi Santri Alkhairat (OSA) Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (13/11/2019) menggelar Dialog terbuka. Bertempat Gedung Marahai, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halut.
Dialog yang bertajuk menjaga keberagaman suku, bangsa dalam prespektif Agama dibuka lansung perwakilan Kemenag Halut Jubair Kantohe.

Dialog dengan mengahadirkan tiga pemateri yakni dari Kepolisian, tokoh Nasrani Pdt Yosef Sosialisa, dan tokoh muslim Azis Fadel, dipandu siswa MA Alkhairat Azhar Yusuf, itu dihadiri siswa siswi SMA N I Tobelo, SMA Negri 9, SMA Muhammadiyah, SMK Nusantara, SMK Alkhairaat, MA Alkhairaat, Mts Alkhairaat Tobelo, SMK Gotong Royong, SMA Kristen, SMK Miabato, dan BEM Universitas Halmahera.
Ketua Panitia Try Galto S. Baba mengatakan, Dialog ini untuk memperkuat Silaturahmi guna menjaga perbedaan suku bangsa dalam prespektif Agama. Kegiatan ini dibuat atas nama organisasi santri Alkhairat. Tujuan dari kegiatan ini untuk membangun silaturahmi gagasan lintas meski berbeda agama. Kegiatan ini juga membangun akan pentingnya peran pemuda untuk menjaga perbedaan agama, tanpa saling mencela, menghina, atau tidak saling hargai antara umat beragama. “Kami harap melalui Dialog ini peserta dapat memahami dan meresap sebagai langka gerakan menjaga perbedaan suku bangsa dalam prespektif Agama, dan memperkuat hubungan antara agama yang baik, serta memperkokoh nilai persatuan,” terangnya.
Sementara Pembina Organisasi Santri Alkhairaat (Osa) Tobelo Junaidi mengatakan, dialog terbuka ini tentunya membangun semangat siswa siswi sebagai peran membangun bangsa dalam keberagaman. Suksesnya kegiatan ini, tak luput dari melatih siswa siswi untuk tampil dan berperan membuat kegiatan seperti ini.

“Saya berharap kesuksesan dalam membuat Dialog ini, jangan hanya menjadi serimonial belaka, namun harus menjadi pemantik kesadaran siswa dalam berperan sebagai pemuda santri yang menjaga keberagaman, suku bangsa dalam prespektif agama,”akhirinya. (mar/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: