Adu Mulut Asisten III Pemkab Morotai Dengan Pedagang Pasar Gotalamo Kembali Terjadi

Pembongkaran tenda warnai perang mulut antara Asisten III Rina Ishak dengan sejumlah pedagang di eks pasar Gotalamo, Senin (4/1/2021).(foto:Mohtar)

MOROTAI-PM.com, Saling perang dan adu mulut antara pedagang dengan asisten III Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai Rina Ishak di eks pasar Gotalamo, Senin (4/1/2021), kembali terjadi. Pasalnya, Rina dan sejumlah pejabat misalnya Kasatpol PP Yanto Gani, Kadis Perindakop Nasrun Mahasari, Camat Morotai Selatan (Morsel) Darmin Djaguna, Kabag Pemerintahan Sunardi Barakati serta sejumlah anggota Satpol PP, melakukan penertiban pedagang untuk tidak berjualan lagi di eks pasar itu.

Berdasarkan pantauan wartawan, perang mulut itu terjadi ketika Rina Ishak datang dan langsung memerintahkan anggota Satpol untuk mengangkat tenda milik pedagang. Alasan pengangkutan tenda itu karena Pemda sudah 3 kali menyurat secara resmi dan 3 kali terjun kelapangan untuk mengosongkan eks pasar Gotalamo dan meminta agar pedagang berjualan di pasar baru Gotalamo.

Hanya saja, para pedagang tetap balik berjualan di eks pasar Gotalamo. Melihat tenda pedagang di depan diangkut oleh Satpol, sontak Iki Kurung, salah satu keluarga pemilik lahan pasar eks adu mulut dengan Rina.

"Torang sama sama susah jadi Torang baku mangarti, dorang pedagang cari hidup disini, dong kamari bajual makanya silahkan."cetus Iki

sejumlah ibu-ibu juga langsung mendatangi Rina, sehingga perang mulut terjadi lagi bahwa pedagang tetap berjualan di eks pasar Gotalamo.
Perang mulut makin panas dan nyaris terjadi adu jotos itu ketika Rina memaksa dan memerintahkan Satpol membongkar tenda milik pedagang ikan di bagian belakang pasar. Para pedagang mempertahankan meja dan tendanya untuk tidak diangkut dengan mobil.

"Torang ini awalnya bajual di dara (pasar baru Gotalamo) tapi tra laku, Torang rugi makanya pindah disini."teriak salah satu pedagang

"Kalau Torang pindah di dara, kalau ikan dua kolbox ini tra laku, ibu Rina yang harus bayar samua, Torang cari hidup susah, ibu tidak pernah rasa tidak pernah bajual, ngoni pegawai jadi sanang tiap bulan terima gaji, ngoni cuman di kantor, Torang masyarakat menderita, ngoni tra tau tong pe hidup susah."cetus pedagang tersebut

Mereka berjanji jika tenda dibongkar, maka, para pedagang akan tetap membuat tenda kembali dan berjualan di tempat yang sama. Mendengar itu, Rina tetap bersikeras tetap membawa tenda pedagang, walaupun jika kedepan dibangun kembali tendanya maka itu sudah menjadi masalah lain.

"biar bafeto mulu bagabu me torang tetap angka,"tegas Rina.

Walaupun terjadi perang mulut, para pedagang tidak bisa berbuat banyak, karena seluruh tendanya langsung dibawah ke pasar baru Gotalamo.
Satpol PP Yanto Gani menegaskan, pihaknya memberikan peringatan terakhir kepada para pedagang, jika menjual lagi, maka, para pedagang itu akan diproses hukum alias bakal dilaporkan ke aparat kepolisian.

Sementara Kadis Perindakop Nasrun Mahasari, ketika ditanyai dasar tidak bisa menjual dagangan di eks pasar Gotalamo. Dirinya mengaku bahwa berdasarkan Perpres 112.

"Bulan Mei itu kan sudah ada perintah untuk pasar Gotalamo ini kan di kosongkan semua dan pindah ke CBD, itu yang pertama, yang kedua, Perpres 112 itu tentang pengelolaan pasar tradisional dan pasar moderen itu sebenarnya yang namanya pasar itu harus di urus oleh pemerintah bukan perorangan babagini, sehingga pemerintah turun tangan untuk semuanya di alihkan kesana supaya ini tidak lagi artinya proses jual beli sini atas nama pasar itu tidak di kelola oleh pemerintah."terangnya.(Ota/red)

Komentar

Loading...