poskomalut.com
baner header

BPD Desa Maba Morotai Keberatan Pj Kades Pecat Perangkat Desa

Ketua BPD; Ada Indikasi KKN, karena Angkat Adik Kandung jadi Kaur

MOROTAI-PM.com, Badan Permusyarawatan Desa (BPD) Desa Maba, Kecamatan Morotai Utara (Morut) melayangkan keberatan kepada Pj Kepala Desa, Jainal Buwolo terkait pemberhentian dua perangakat desa yang dianggap secara sepihak.

Ponolakan yang ditandangani Ketua BPD, Sugiarto Susa, Yusri Batawi, Assidiq Mandea, Ismianti Nani, Hasim Musa selaku anggota itu dituangkan dalam Surat Keberatan Nomor : 01/BPD/MABA/IX/2021, tertanggal 14 September, perihal keberatan atas keputusan Pj. Kades Maba yang ditujukan kepada Camat Morut.

Ketua BPD Maba, Sugiarto Susa mengatakan, pihaknya mempersoalkan surat keputusan Pj. kepala desa Nomor: 471/02/2021 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian yang menerangkan bahwa perangkat desa yakni kaur pembangunan, Algazali Bayi dan bendahara desa Yamin MS Karim yang diberhentikan karena undur diri itu tidak benar.

Selanjutnya, prosedur pemberhentian tanpa teguran/surat peringatan serta tidak dikonsultasikan terlebih dahulu kepada camat dengan merujuk pada Peraturan Mentri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa).

Selain itu, kata dia, BPD menganggap pengangkatan perangkat desa yang baru syarat KKN. Pasalnya, perangkat desa yang baru diangkat merupakan adik kandung Pj. kades.

“Pada hari Kamis 09 September 2021, BPD mengundang Pj. Kepala Desa Maba melaksanakan rapat koordinasi untuk meminta penjelasan mengenai alasan pemberhentian perangkat desa yang ramai dibicarakan masyarakat maupun pegawai kantor desa. Dalam keterangan Pj. kepala desa menyampaikan kaur yang dipecat karena tidak bersikap sopan terhadap dirinya dan lari dari tugas, ” kata Sugiarto, Kamis (16/9/2021).

Untuk mencari kebenaran, BPD kembali memanggil kedua perangkat desa yang dipecat dan memberi kesempatan untuk berbicara. Ternyata, semua alasan yang disampaikan Pj. Kades Maba dibantah dan diklarifikasi oleh kaur yang dipecat itu.

Disisi yang lain, kedua kaur tersebut dikenal sangat aktif berkantor, menjalani tugas dan sudah lama mengabdi di desa.

Ironisnya, Jainal Buwolo tetap mau memecat kedua perangkat desa dengan mengeluarkan surat keputusan pemberhentian kepada bendahara desa dan kaur pembangunan.

“Pj. Kades Maba menerbitkan Surat Keputusan dengan Nomor: 471/02/2021 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa yang tertanggal 09 September 2021 dengan menerangkan bahwa yang bersangkutan “undur diri. Padahal keduanya tidak pernah menyatakan undur diri,” ungkapnya.

“Sebagai gantinya Jainal Buwolo mengangkat adik kandungnya sendiri sebagai kaur pembangunan. Semntara bendahara desa diambil dari warga desa tetangga,” sambungnya.

Sugiarto mengaku, dari beberapa kali pergantian pucuk pimpinan di desa Maba, baru pertama kepala desa saat ini yang menggunakan kewenangannya secara tidak bijaksana. Mengarahkan staf-stafnya berurusan ke kantor kepolisian.

“Bahkan, pemerintahannya berjalan acak, tidak mampu mengkoordinir pembantunya. Tidak paham tupoksi perangkatnya dan P j kades sendiri tidak mampu menyelenggarakan pemerintahaannya (tidak tau kerja),” tandasnya.

Ia menyarankan kepada DPMD agar Pj. kades yg dilantik berasal dari pegawai kecamatan/kantor camat, baiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada camat untuk merekomendasikan pegawai yang akan ditugaskan.

“Karena tentu camat lebih paham kapasitas pegawainya,” pungkasnya. (Ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: