poskomalut.com
baner header

Diduga Reklamasi Pantai Tamping Pultab tak Miliki Amdal

TALIABU-PM.com, Diduga kegagalan reklamasi pantai tamping Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat (Talbar), Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) tidak memiliki izin reklamasi dan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Pelakasanaan kegiatan reklamasi pantai ini diduga kuat dilakukan oleh pihak swasta, sebab berada di bibir pantai AMP milik Isbar.

Amatan Posko Malut Minggu (8/12/2019), di lokasi reklamasi pantai itu terdapat satu unit elsity yang barusan selesai dibongkar muatannya berisi matreal lapisan atas (LPA), untuk pembangunan jalan milik kontraktor raksasa di Pulau Taliabu.

Selain dari itu reklamasi yang dikerjakan kontraktor raksasa secara diam-diam ini sudah menacapai kurang lebih lebar 25 meter dan panjang 100 meter. Sayangnya, selama proses raklamasi pantai ini berjalan hingga selesai tidak satupun pemerintah daerah yang memberikan teguran terhadap oknum tersebut. 

Padahal, dasar pelaksanaan kegiatan reklamasi pantai telah dijelas diatur dalam Undang-undang No 26 tahun 2007 tentan Penataan Ruang diperlukan adanya pedoman perencanaan tata ruang kawasan reklamasi pantai; Pedoman Perencanaan Tata Ruang Kawasan Reklamasi Pantai diperlukan agar perencanaan tata ruang di kawasan reklamasi pantai dapat dilaksanakan sesuai dengan kaidah penataan ruang. Kemudian UU No 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil; Peraturan Pemerintah No 47 Tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. 

Kepala Bagian Lingkungan Hidup (BLH) Pulau Taliabu, Ridwan Buamona, Senin (9/12), mengatakan dirinya akan meminta pegawainya untuk melakukan pengecekan lapangan. “Sudah nanti saya suruh dorang turun cek dolo, soalnya ini torang juga baru tahu ada kejadian ini,”ungkapnya.

Kepala Bagian Lingkungan Hidup (BLH) Pulau Taliabu, Ridwan Buamona, Senin (9/12), mengatakan dirinya akan meminta pegawainya untuk melakukan pengecekan lapangan. “Sudah nanti saya suruh dorang turun cek dolo, soalnya ini torang juga baru tahu ada kejadian ini,”ungkapnya.

Terpisah Kepala Bidang Perizinan Pulau Taliabu, Ilham Daieng Matile menjelaskan terkait reklamasi pantai di tamping belum ada izin lingkungan. “Jadi dalam sistem penerbitan izin oss itu dari pihak perusaan melakukan pengimputan atau registrasi sendiri secara online, nanti misalnya mau bangun reklamasi baru muncul dia pe izin lingkungan,”jelasnya. (Cal/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: