poskomalut, Proyek pembangunan jembatan penghubung antara Desa Loman dan Yundeliui, Patani, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) ambruk lantaran dihantam banjir, pada Sabtu (21/06/2025).
Jembatan yang berlokasi tepat di Desa Yendeliu itu diketahui baru kelar dibangun pada September 2024 lalu oleh CV FILANGA PERKASA.
Sumber dana pembangunan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daera (APBD) 2024 dengan nilai kontrak Rp1,440 miliar.
Sesuai informasi yang diterima poskomalut bahwa, kejadian itu pada 19 Juni 2025. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut membuat debit air meningkat dan meluap dikali dan menghantam jembatan hingga ambruk.
“Saat hujan deras pada hari Kamis kemarin, sehingga terjadi banjir besar, dan jembatan langsung ikut ambruk. Padahal jembatannya baru dibangun pada September 2024 kemarin,” ungkap warga setempat yang tidak mau namanya dipublis.

Direktur CV FILANG PERKASA, Iksan Basri dikonfimasi poskomalut membenarkan bahwa jembatan dikerjakan perusahaannya saat ini ambruk, karena terjadi hujan deras yang mengakibatkan banjir.
“Pekerjaan itu sudah selesai, namun karena hujan deras yang mengakibatkan terjadinya banjir dan drainase langsung rusak, sehingga air mengalir menuju jembatan jadi terjadinya longsor di areal timbunan jadi jembatan patah itu,” terangnya.
Ia menjelaskan dan saat ini pihaknya sudah sampaikan ke pihak Tim Pengelola Kegiatan (TPK) untuk perbaikan, karena saat ini masih dalam tahapan pemiliharaan.
“Saat ini juga kami sedang memperbaiki jembatan itu jadi harus ada tambahan item kerja, sehingga yang rusak itu juga bisa diperbaiki kembali dan saat ini juga pengawas ada perbaikan di lapangan,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan