Kanwil BPN Malut Sikapi Sengketa Lahan TNI AU Leo Wattimena Secara Hati-Hati

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Maluku Utara Muslim Fauzi.

MOROTAI-PM.com, Kasus sengketa lahan antara TNI Angkatan Udara (AU) Leo Wattimena dengan masyarakat lingkar bandara saat ini ternyata juga menjadi perhatian pihak Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Malut Muslim Fauzi.

Bahkan, masalah tersebut harus disikapi secara hati hati agar tidak terjadi kekacauan atau chaos. "Kami terus terang dalam hal ini harus sangat hati hati menelaah permasalahan ini jadi tidak bisa berdasarkan peraturan atau pakai logika hukum saja, karena ini terkait angkatan udara, masyarakat juga harus diakomodir sehingga tidak caos atau kekacauan,"ungkap Muslim ketika dikonfirmasi Posko Malut beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, terkait dengan masalah lahan bandara, pihaknya baru menerima informasi dari kedua belah pihak dan itu butuh kajian. "Kami tentunya mengurai satu masalah dan lainnya, kenapa 600 hektar ini pada saat dulu muncul, memang rampasan perang ini turunnya ke angkatan udara, tapi secara defakto masyarakat juga harus dilindungi, sementara kita masih menerima informasi dari kedua sisi nanti pada waktunya,"katanya.

Ia mengaku, sangat prematur menjelaskan soal sengketa lahan Morotai, karena memang belum ansih harus diputuskan. "Jadi kebijakan mengenai hal ini kami belum purna, kita berpegang terhadap Sertifikat, tapi kewajiban pemegang hak harus merawat karena itu diatur dalam UU pokok agraria, Prematur sekali saya memberikan tanggapan,"akunya. (Ota/red)

Komentar

Loading...