Terancam Tidak Dapat BLT Tahap II dan III

Masyarakat Morotai Tak Punya BPJS “Gigit Jari”

Ilustrasi BPJS

MOROTAI-PM.com, Masyarakat Morotai yang tidak memiliki kartu BPJS kesehatan terancam tidak mendapatakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II maupun III. Pasalnya, Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BMPD) diduga kuat mempersulit masyarakat penerima BLT tersebut.

Berdasarkan data yang dikantongi koran ini, syarat untuk mengambil BLT itu harus melampirkan kartu keluarga dan kartu BPJS. Sedangkan, Dinsos hanya mencetak kartu BPJS hanya 50 buah dalam setiap bulannya. Dengan begitu, masyarakat yang mau mengambil BLT dengan tidak melampirkan kartu BPJS terancam tidak mendapatkan haknya.

"Dari Desa minta agar yang terima BLT harus lampirkan kartu BPJS, itu karena BPMD instruksi dari BPMD harus pakai BPJS, sementara ketika urus di Dinsos, dorang bilang jatah pembuatan kartu BPJS hanya 50 buah itu pun kalau daftar tanggal 1 ini, tanggal 1 depan baru bisa ambil kartu, ini artinya Torang terancam tidak dapat BLT," ungkap salah satu warga kepada Posko Malut.

Seharusnya, pemerintah melalui dua dinas itu tidak mempersulit masyarakat Morotai untuk menerima bantuan BLT yang tujuannya mengurangi beban masyarakat dimasa Pandemi.

"BLT tahap I dan II tidak pakai kartu BPJS, kenapa harus pakai aturan seperti ini, artinya ini bukan untuk membantu masyarakat, melainkan menyusahkan rakyat, masyarakat sangat berharap BLT untuk penuhi kebutuhan yang saat ini sangat mendesak," cetusnya

Ia menambahkan, tidak ada kaitannya penerimaan BLT  harus melampirkan kartu BPJS, karena BLT itu bantuan wajib yang harus diberikan kepada masyarakat terdampak. Dengan demikian, peryaratan BPJS itu harus dihapus.

"Kalau syarat ambil BLT dengan pakai KK atau KTP itu masuk di akal, kalau pakai syarat BPJS itu tidak masuk diakal," tambahnya.

Sementara itu Kaban BPMD Morotai Alexander Wermasubun, ketika dikonfirmasi terkait syarat BPJS dalam pengambilan BLT, melalui WhatsApp, tak memberikan tanggapan. Sedangkan Kadis Sosial Alfatah Sibua ketika ditanyai soal pembuatan kartu BPJS dibatasi 50 orang, hanya membalas singkat. "Skema jelas pake skala prioritas," singkatnya. (ota/red)

Komentar

Loading...