Mobiler Rusak, Kadiknas Morotai Salahkan Penghuni Karantina

Kadis Pendidikan F Revi Dara

MOROTAI-PM.com, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Morotai, F Revi Dara menyalahkan warga yang dikarantina di Sekolah Dasar (SD) unggulan I terkait pengrusakan fasilitas sekolah, misalnya meja maupun kursi.

"Rusak itu kurang tanggungjawab penghuni karantina," ujar Revi kepada wartawan beberapa hari lalu.

"Kemarin pengawasannya di Covid karena sekolah libur, saya tidak bisa berikan sanksi kepala sekolah, karena sebelumnya sekolah digunakan covid dan sekolah libur. Hari ini dan ke depan apabila sarana dan prasana rusak itu baru diberikan sanksi. Sesuai aturan teguran lisan, tertulis bahkan sampai sanksi berat copot jabatan kepala sekolah," tegasnya.

Ia berjanji, masalah kerusakan itu akan diperbaiki kembali termasuk plafon yang rusak juga tetap diperbaiki oleh kontraktor. "Akan segera diperbaiki," tandasnya.

Sebelumnya, proyek pengadaan mobiler berupa kursi dan meja di SD unggulan I Daruba di tahun 2019 lalu ternyata sudah rusak. Pasalnya, belum dipakai lama, puluhan meja maupun kursi itu sudah rusak parah. Berdasarkan amatan koran ini, belasan meja dan kursi yang ada di lantai II SD unggulan rusak. Tidak hanya di gedung baru, puluhan meja maupun kursi yang ada di gedung lama juga sudah dikeluarkan dari dalam ruang kelas.

“Ada meja dan kursi yang sudah rusak dan ditaruh di luar, ini proyek kok kursi dan mejanya sudah rusak ya, Padahal itu belum lama diadakan,” ungkap Ridwan So Planet, salah satu pemerhati pendidikan

Bahkan, pemakaian juga belum lama karena sejak Maret terjadi kebijakan libur sekolah sehingga siswa pun diliburkan.

“Itu artinya kursi dan meja yang sudah rusak itu kualitasnya patut dipertanyakan, karena bagaimana bisa bertahan kalau menggunakan mur atau boat,” terang Ridwan.

Ia meminta kontraktor yang melakukan tender terhadap proyek itu harus bertanggubgjawab termasuk dinas terkait. “Harus ada yang bertanggungjawab karena proyek itu gunakan uang negara. Kontraktor dan dinas terkait,” tegasnya. (ota/red)

Komentar

Loading...