Publik Morotai Kritik Pemda Soal Kartu BPJS

Ilustrasi BPJS

MOROTAI-PM.com, Minimnya sosialisasi dari instansi Pemerintah semisalnya Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) serta instansi lainnya terkait Kartu BPJS kesehatan membuat keluarga pasien sedikit mengkritik kebijakan Pemda Morotai. Pasalnya, publik Morotai mengetahui bahwa jika masyarakat Morotai sudah memiliki kartu BPJS dari Pemda Morotai. Maka, secara otomatis pengurusannya tidak berbelit belit.

"Waktu antar pasien di rumah sakit, dorang bilang harus Kase aktif kartu BPJS dulu dikantor BPJS, padahal kartu BPJS dari Pemda itu baru tahun lalu dibuat,"ungkap salah satu keluarga pasien kepada posko Malut kemarin.

Menurutnya, seharusnya,  soal kartu BPJS itu butuh disosialisasi keseluruh masyarakat Morotai,  karena kebanyakan masyarakat tahu bahwa ketika membawa kartu BPJS ke rumah sakit maka masyarakat tidak lagi mengurusi administrasi ke Daruba.

"Cukup jauh bolak balik RSUD ke Daruba, makanya kami sarankan harus banyak sosialiasi misalnya siapa saja yang mau berobat ke RS maka harus mengaktifkan kartunya di kantor BPJS sehingga tidak bolak balik, apalagi yang ditakutkan masyarakat di kecamatan jauh yang datang lalu harus mengurusi kartu BPJS,"jelasnya.

Terkait itu, Kadinsos Morotai Hawa Umar, ketika dikonfirmasi mengaku, bahwa terkait kartu BPJS yang tidak aktif akan diaktifkan kembali."nanti Torang kase aktif ulang, Torang (Dinsos) Kase rekomendasi,"jelas Hawa Umar kepada koran ini.

Ia mengaku, bahwa dirinya belum lama dilantik sehingga butuh penyesuaian di Dinsos. Namun, terkait soal BPJS, tetap menjadi prioritas misalnya berkoordinasi dengan pihak BPJS, terkait soal pengaktifan kartu BPJS bagi masyarakat yang berobat di rumah sakit.

"Saya juga baru masuk, Saya sudah kordinasi dengann BPJS , BPJS bilang ada pengurangan kuota, jadi 1 bulan dorang  hanya terima 50, tapi kalau emergensi misalnya berobat  di RSUD tapi kita tetap terima itu kalau emergensi,"akunya

Ia kembali menekankan bahwa penggunaan kartu BPJS itu hanya lebih diprioritaskan kepada para warga yang sakit dan kebutuhan emergensi lainnya."Torang utamankan yang sakit, kalau kebutuhan mendesak lainnya Torang bisa ambil langkah, ada dari Sabatai tes tentara torang bisa keluarkan rekomendasi, keluar tra bayar tapi Kleim"tambahnya (Ota/red)

Komentar

Loading...