Desak Pertanggungan Jawaban Pungli

Ratusan Mahasiswa Unipas Morotai Demo Pertanyakan Pungutan Akhir Studi

Ratusan mahasiswa Unipas Demo Kampus desak Pertanggungjawaban dugaan Pungli anggaran akhir Studi

MOROTAI-PM.com, Ratusan Mahasiswa Universitas Pasifik (Unipas) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK), Senin (1/3/2021), menggelar unjukrasa di depan rektorat Unipas Morotai yang terletak di lapangan MTQ Darame.

Para mahasiswa itu menuntut kepada pihak kampus terkait dugaan Pungutan Liar (Pungli) terhadap para mahasiswa. Berdasarkan amatan media ini, para mahasiswa itu membawa spanduk "Hentikan pungutan terhadap mahasiswa akhir studi.

"Fakta yang kita temukan saat ini di Unipas Morotai ditengah situasi pandemi yang mencekik perekonomian masyarakat Morotai. Kampus malah mengeluarkan satu kebijakan sepihak tanpa mensosialisasikan ke orang tua mahasiswa akhir study tentang punggutan akhir study," teriak Kordinator Aksi Fitra Piga.

Menurutnya, mahasiswa mengetahui bahwa kuliah di Unipas itu gratis. Namun, yang terjadi di lapangan terdapat dugaan pungli di kampus. Disisi yang lain, berdasarkan data yang dikantongi, Pemda Morotai telah merealisasi anggaran pada tahun 2019 dan 2020 senilai Rp 3 miliar lebih untuk pembiayaan studi akhir mahasiswa Unipas.

"Namun fakta yang ditemui di lapangan tentu hal ini menjadi satu pembohongan yang dilakukan pihak kampus, karena dengan dalil belum adanya realisasi dari pemda. Maka sampai saat ini ada sebagaian mahasiswa wisuda angkatan 1 dan 2 belum menerima pengembalian pungggutan yang dilakukan oleh pihak kampus,"ujarnya.

Sementara Jaim Gafur, salah satu orator lainnya juga mengungkapkan hal yang sama misalnya kuliah di Unipas saat ini tidak lagi gratis.

"Ketika ditahun 2020 sampai tahun 2021 ternyata mahasiswa masih dikenakan pungutan, oleh sebab itu realitas bahwa kampus ini adalah gratis namum realitas membuktikan ernyata kampus bukan gratis,"Teriak Jaim yang biasa disapa Jarod itu.

Sementara itu, Wakil Rektor (Warek) II Unipas Irfan hi Abd Rahman, ketika dikonfirmasi mengaku, kebijakan kampus itu karena terkait realisasi anggaran di Pemda Morotai yang tidak sekaligus dilakukan pencairan.

"Penyaluran dana dari Pemda itu, itu kan pertahun, dia tidak bersifat sekaligus, dia bertahap dan berdasarkan permintaan dari Unipas. 2019 akhir, saya berpikir karena kegiatan akademik itu dilaksanakan di awal tahun kami sudah mengajukan permintaan tersebut termasuk dengan rencana wisuda dikala itu pada tanggal 10 Januari 2021,"akui irfan kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, pihaknya tidak bisa menunda kegiatan lantaran terkait dengan sistem pelaporan secara periodik.

"Kita sudah mengajukan tetapi karena anggarannya kosong akhirnya tidak di cairkan, karena tidak dicairkan tersebut sehingga tahun akademik itu tidak bisa mundur karena itu menyangkut dengan sistem pelaporan akademik yang mesti dilakukan,"Ujarnya.

"Saya di waktu waktu yang lalu, waktu Hearing itu saya sudah sampaikan pembayaran itu sifatnya opsional kalau rekan-rekan kemudian tidak mau membayar boleh saja tidak mengikuti proses KBM tahun ini, dan nanti tahun depan baru anda ikut. Supaya Pemda sudah salurkan dananya, anda datang tinggal mengikuti proses tahapan itu."pungkasnya. (Ota/red)

Komentar

Loading...