poskomalut.com
baner header

Rektor Unipas Morotai Luruskan Pernyataan Rasis di Medsos

MOROTAI-PM.com, Ramainya jagad Maya di Morotai, terutama di Facebook yang memposting soal Rektor Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, Irfan Hi Abd Rahman, dianggap rasis, Dimana Irfan mengatakan bahwa Mahasiswa Unipas orang kampung dan bau matahari itu ternyata ditanggapi olehnya.

Irfan yang baru beberapa hari diangkat menjadi Rektor Unipas itu meluruskan isu yang dibuang di luar termasuk yang ada di sosial media. Menurutnya, pernyataan bahwa Rektor Unipas rasis itu sangat tidak benar.

“Saya perlu luruskan soal status Kampong kampong yang beredar bahwa saya rasis dan sebagainya lainnya, Tidak benar kalau saya bilang yang demo kemarin itu kampong kampong semua, nah itu tidak benar saya bisa pastikan itu tidak benar, tinggal saja kalau mereka punya bukti silahkan buktikan, tapi kalau tidak benar mereka harus bertanggungjawab juga,”bantah Irfan, kepada awak media di kampus Unipas, Jumat (5/3/2021).

Ia menceritakan sedikit kejadian yang kemudian menjadi masalah diluar yakni ketika dirinya bertemu dengan Aljain, salah satu mahasiswa Unipas.

Dirinya mengatakan, agar menghentikan aksi demo karena yang dilakukan oleh mahasiswa itu sudah sangat menggangu aktifitas perkuliahan.

“Saya hari itu bertemu dengan aljain di depan kampus Lemonade, Saya sampaikan ke dia Barenti demo, karena apa yang saya sampaikan pada audens sebelumnya itu sudah cukup jelas, saya sampaikan ke mereka bahwa Abang ini juga bukan daru kampung kampung mana, jadi tra tako tako juga, hanya Sekilas itu saya sampaikan saya minta supaya ini di stop Demo karena karena cukup mengganggu proses belajar mengajar karena disuatu waktu ada pemboikotan seluruh aktifitas belajar mengajar,”ceritanya.

Ia juga malah memberikan solusi agar terkait masalah anggaran mahasiswa yang dipersoalkan mahasiswa bisa dikonfrontir dengan Pemda Morotai melalui dinas pendidikan. Sehingga, terkait anggaran itu terdapat titik terangnya.

“Saya minta dinas pendidikan diundang untuk memperjelas anggaran duduk persoalannya ada dimana, apa kuotanya dia terbatas padahal sesungguhnya tidak terbatas juga bisa terjawab, kalau misalnya diundang kita siap hearing bersama,”katanya.

Ia bahkan meminta DPRD Morotai bisa memfasilitasi soal masalah anggaran Unipas sehingga ada titik terangnya.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa Unipas memposting pernyataan rektor Unipas di FB yang mengatakan bahwa Rektor menyebut mahasiswa Kampong kampong dan bau matahari. Postingan itu menjadi perbincangan dunia Maya khususnya di Morotai.(Ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: