LABUHA-PM.com – Desa Akedabo Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan resmi dijadikan sebagai desa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), hal ini ditandai dengan di deklarasikan sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) dengan tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Foto bersama Kades serta Tim penilai di Kebun Percontohan

Sebelum dilakukan penandatanganan deklarasi desa ODF, pembacaan poin-poin deklarasi yang dibacakan langsung oleh kepala desa Akedabo kecamatan Mandioli Utara Viktor Towara, dan diikuti oleh seluruh masyarakat Akedabo yang berkesempatan hadir dilokasi kegiatan, setelah dilakukan pembacaan deklarasi dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi desa ODF oleh kepala desa Akedabo, Camat Mandioli Utara, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, Babinsa desa Akedabo dan kepala dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan.

Kepala Desa Akedabo Viktor Towara dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terimakasih kepada tim dari Kabupaten Halmahera Selatan, masyarakat dan semua pihak yang ikut mendorong dan mensukseskan Desa Akedabo sebagai desa yang sehat.

“Sejak ditetapkan sebagai desa lokus stunting maka kami (pemdes) akan melakukan pembenahan pola hidup sehat,” tuturnya.

Sementara, Kepala dinas Kesehatan kabupaten Halmahera Selatan Hj. Hasna Muhammad mengatakan, penjemputan yang dilakukan oleh masyarakat luar biasa, semangat penjemputan ini harus ditanamkan di kampung germas ini, sehingga kampung ini benar benar sehat.

“Dinas Kesehatan tidak melakukan ini sendiri untuk pencegahan. tapi harus semua pihak, baik di kabupaten hingga ditingkat desa,” tutur Kadis kesehatan Hj. Hasna Muhammad.

Hj. Hasna juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa setelah dideklarasikan sebagai kampung Germas, warga desa Akedabo harus semangat menerapkan pola hidup sehat dan tetap berjalan seterusnya. Pemerintah juga tetap memberikan motivasi ke masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup sehat.

Di kesempatan ini juga. Hj. Hasna mengingatkan kembali lima poin penting mengenai kesehatan lingkungan yang harus diperhatikan oleh suatu desa yakni pertama jamban, kedua mencuci tangan dengan sabun, ketiga menggunakan air bersih, keempat buang sampah pada tempatnya, kelima buang sampah cair pada tempatnya.

“Kita tentu berharap tidak hanya sampai pada deklarasi saja namun gaung untuk hidup sehat terus digalakkan dengan cara mengajak masyarakat untuk menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat,” tuturnya menambahkan.

Untuk tim penilai terdiri dari Sekretaris dinas PMD Idrus M Saleh dan Irma Kamarullah. Suyatmi Aljogja dari Dinas Ketahanan Pangan, Lis Hayatudin dari Dinas Pendidikan, DP3AKB diwakili oleh Nurhayati Hi Sehe serta Bapelitbangda diwakili oleh Abdul Gani Muhammad.

kedatangan tim penilai Internal mendapat sambutan luar biasa dari warga masyarakat Akedabo, selain melakukan penjemputan diatas laut dengan puluhan perahu katinting. Tim juga dijemput dengan kalung bunga serta tim penilai ditandu oleh warga Akedabo dari pelabuhan hingga lokasi kegiatan sesuai dengan adat Tobelo ketika melakukan penjemputan para tamu bahkan disuguhkan dengan tarian cakalele. (Bar/red)