poskomalut.com
baner header

Ritual Joko Hale Warnai Penyambutan Peserta FANres di Tidore Kepulauan

TIDORE-PM.com, Peserta Konferensi Internasional FANres (Food Agriculture and Natural Resources), yang  melakukan City Tour di Kota Tidore Kepulauan, Kamis (19/9/2019) disambut dengan ritual Joko Hale oleh Yaya se Goa oleh Pemerintah  Kota Tidore.

Rombongan yang berjumlah 135 orang ini tiba di Pelabuhan Rum pukul 07.30 WIT selanjutnya menuju Kantor Wali kota Tidore Kepulauan. Tiba di kantor wali kota, rombongan yang dipimpin Presiden FANres DR Yuli Witono diterima oleh Sekertaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Asrul Sani Soleman, dilanjutkan dengan tatap muka di Aula Sultan Nuku Kantor Wali kota Tidore.

Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Asrul Sani Soleiman mengatakan, atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kota Tidore Kepulauan  mengucapkan selamat datang, dan terima kasih kepada Presiden FANres DR Yuli Witono bersama peserta tour selamat datang di Kota Tidore yang pernah menjadi Ibukota Provinsi Irian Barat, semoga merasa betah dan nyaman selama berada di  Kota Tidore.

Asrul Sani Soleiman berharap, semoga pertemuan pada hari ini membawa dampak yang baik khususnya dibidang Ketahanan Pangan, Pertanian dan sektor lainnya di Kota Tidore Kepulauan.

Sementara Presiden FANres Yuli Witono, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kota Tidore karena telah menyambut kedatangan rombongan FANres dengan sangat baik.

“Saya berharap kedatangan kami, walaupun dengan waktu yang sangat singkat ini bisa meningkatkan semangat Pemerintah Daerah untuk kemajuan Kota Tidore di berbagai sektor, dan Kota Tidore juga merupakan kota kecil yang sangat bersih dengan adat dan kebudayaan orang-orang yang ada di Kota Tidore,” tutur Yuli Witono.

Disela-sela City Tour oleh peserta Konferensi Internasional FANres ini juga, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memaparkan kondisi umum daerah dan potensi yang dimiliki oleh Kota Tidore baik dari hasil pangan, pertanian maupun pariwisata yang menjadi diskusi bersama para peserta Konferensi Internasional FANres.

Para peserta FANres dapat mengunjungi stand-stand pameran hasil Produk Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Produk perkebunan rempah-rempah yaitu Pala dan cengkih. Usai melakukan tatap muka peserta City Tour melakukan kunjungan tempat wisata Benteng Tore, Kadaton Kesultanan Tidore dan Pantai Tugulufa. (red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: