LABUHA-PM.com, Maraknya penggunaan telepon genggam di dalam lapas binaan kelas II Labuha menjadi sorotan. Diketahui bukan kali pertama para napi meenggunakan handphone. Padahala setiap lapas binaan telah diwajibkan zero handphone atau tidak bisa digunakan dari dalam lapas.
Sumber terpercaya poskomalut.com, membeberkan ada aksi teror dari dalam Lapas Labuha. Aksi teror tersebut dilakukan salah satu warga binaan via telepon yang tak lain mantan suami dari sumber tersebut.
Ia mengaku hampir tiap saat dirinya ditelepon mantan suaminya berinisial A yang saat ini ditahan di lapas binaan kelas II Labuha.
“Hampir tiap saat dia telepon dengan bahasa ancaman. Bahkan Senin (13/9/2021) kemarin juga masih telepon,” ujarnya.
Mendapat informasi tersebut, Kepala Lapas Binaan Kelas II Labuha, Hialmar Purba langsung melakukan pengledahan di setiap penghuni kamar warga binaan.
“Dipandu Kasubsi Keamanan bersama jajarannya langsung melakukan penggeledahan di dalam kamar hunian, tidak ditemukan barang terlarang termasuk handphone dan hasilnya sudah kami laporkan insidentil ini ke pimpinan sebagai komitmen kami menjaga dan merawat warga jangan sampai terjadi,” tutur Kalapas Kelas II Labuha ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/9/2021).
Ia mencontohkan, seperti Lapas Tangerang yang di duga ada pencurian arus listrik untuk digunakan warga binaan mengisi baterai handphone.
“Dan saya juga berkomitmen menjaga keselamatan dan merawat warga binaan ini sampai masa tugas saya bulan depan. Terima Kasih atas support dan kontrolnya agar kami bekerja lebih baik demi warga binaan yang nota bene masyarakat Halsel,” tuturnya.
Uniknya, disaat penggledahan dalam kamar hunian tidak ditemukan satu pun handphone genggam yang digunakan warga binaan. Padahal informasi yang diterima poskomalut.com dari salah satu warga binaan melalui sambungan telepon seluler mengatakan, hampir dari sebagian besar penghuni lapas binaan menggunakan telepon genggam.
“Hampir separuh dari warga binaan menggunakan handphone karena kepentingan komunikasi dengan keluarga sebagian tidak tahu,” ungkapnya menutup. (Bar/red)


Tinggalkan Balasan