MABA-pm.com, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) tidak mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai pada fase APBD Perubahan 2022 yang mengalami penurunan.

Fraksi Merah Putih melalui juru bicara, Hasanudin Lajim meminta perhatian pemerintah terhadap penyerapan PAD lebih dioptimalkan sebaik mungkin.

PAD pada fase perubahan 2022 sebagaimana dijabarkan mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesar 14,94 % yang mengakibatkan target awal tidak bisa tercapai.

Kepala Bidang Pendapatan BPKAD Haltim, Jainuri menyampaikan Tarrget pemerintah daerah sebelumnya pada APBD Induk Rp100 miliar, namun sampai pada APBD Perubahan baru mencapai Rp80 miliar (14,94 persen), atau tidak capai target sebesar Rp20 miliar. PAD tersebut lebih dikotribusakan pada pembangunan daerah.

“Jadi di Haltim selama ini hanya dua perusahaan yang menyumbangkan PAD yakni PT Antam dan PT ARA yang telah melakukan MoU,” ujaranya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (13/09/2022).

“Sementara itu satu perusahaan yang baru MoU itu PT WKM sudah melakukan aktivitas, namun belum melakukan penyetoran karena masih dianggap baru beroperasi,” sambungnya.

Ia menyatakan, penurunan target PAD dari PT Antam dan PT ARA karena kondisi pasar nasional yang saat ini cenderung menurun.

“Pengarus pasar nasional yang cenderung tidak satbil, sehingga realisasi yang dibayarkan ke Pemda Haltim juga ikut turun,” pungkasnya.