poskomalut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur menetapkan status tanggap darurat selama tujuh di Desa Dorolamo, menyusul bencana banjir kembali melanda wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Haltim, Ricky Chairul Richfat mengatakan Pemda sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PUPR untuk menginventarisasi titik penyebab banjir yang terus berulang.

“Meski tahun 2024 sudah dilakukan normalisasi kali di sekitar Dorolamo, evaluasi menemukan faktor lain. Beberapa aliran air memang bermuara ke Dorolamo. Selain itu, Maba Tengah merupakan daerah cekungan sehingga posisinya lebih rendah dari aliran sungai,” ujar Ricky, Selasa (26/05/2026).

Atas instruksi bupati, Pemda Haltim menetapkan masa tanggap darurat tujuh hari untuk investigasi dan penanganan rinci di wilayah terdampak, termasuk Desa Maratana.

“Selama tujuh hari ini kami diperintahkan melakukan investigasi dan penanganan terperinci agar bisa menghasilkan laporan dan langkah penanganan yang tepat,” katanya.

Tim juga kembali diturunkan ke lapangan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapat bantuan. Ini dilakukan setelah banjir terjadi lagi pasca penyaluran bantuan tahap pertama.

“Kami cek kembali jika masih ada warga yang belum menerima bantuan. Pemerintah daerah akan segera salurkan bantuan lanjutan, termasuk untuk keluarga yang terdampak pada kejadian pertama,” jelas Ricky.

Saat ini alat berat Pemda Haltim masih disiagakan di Dorolamo untuk pembersihan material dan normalisasi saluran air.

Ia berharap langkah ini bisa meminimalkan dampak banjir di tengah curah hujan yang masih tinggi.

Pemda Haltim juga menginstruksikan seluruh camat di 10 kecamatan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa terkait deteksi dini bencana.

“Jika terjadi kondisi luar biasa, pemerintah daerah bisa segera menerima laporan awal sehingga penanganan cepat bisa dilakukan,” tegasnya.

Ricky juga berharap warga terdampak tetap bisa menjalankan Idul Adha dengan aman meski dalam situasi banjir.

Status tanggap darurat di Desa Dorolamo akan diperpanjang sesuai kondisi di lapangan.