poskomalut, Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Maluku Utara menyerukan mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Ketua PKC PMII Malut, Muhammad Fajar Djulhijan, mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi isu yang belum terverifikasi maupun terlibat dalam tindakan yang berpotensi memicu konflik.
Menurut Fajar, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, serta menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus disikapi secara rasional.
Setiap persoalan, kata dia, perlu diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Jika ada perbedaan pendapat atau persoalan di tengah masyarakat, mari kita selesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.
Fajar juga mengingatkan mahasiswa dan masyarakat agar tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks.
Informasi yang belum jelas kebenarannya, menurut dia, berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memicu konflik apabila disebarluaskan tanpa verifikasi.
Menjelang Sumpah Pemuda, ia mengajak generasi muda menjadikan semangat persatuan sebagai landasan dalam menyikapi keberagaman suku, agama, dan adat istiadat di Maluku Utara.
PKC PMII Malut turut mendorong pemerintah dan Polri memperkuat sinergi serta komunikasi dengan masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Langkah tersebut perlu dibarengi peningkatan kesadaran hukum dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan daerah.
Selain itu, Fajar mengingatkan generasi muda untuk menjauhi tindakan anarkis, perkelahian, penyalahgunaan minuman keras, narkoba, serta perilaku lain yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara mahasiswa, pemerintah, dan Polri dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Maluku Utara.
“Bersama organisasi kemahasiswaan, pemerintah, dan Polri, kita jaga kamtibmas, kita rawat persatuan, dan kita wujudkan kedamaian untuk semua,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan