TIDORE-PM.com, Manager PLN UP3 Ternate Eka panji melakukan kujungan kerja ke kota Tidore sekaligus melakukan tatap muka bersama Wali kota Tidore Capt Ali Ibrahim di ruang kerja wali kota, Senin (29/08/2022).
Dalam pertemuan ini, Manager PLN Ternate
menyampaikan sudah ada pembuatan desain gedung agar permasalahan polusi batu bara PLTU untuk tidak meluas.
“Secara engineering memang perlu didetailkan desain-desainnya jangan sampai terjadinya mal-engineering atau konstruksi disitu, sehingga tidak menyelesaikan masalah malah membuat masalah yang baru, tapi secara kebijakan sudah diputuskan dan sudah ada langkah dri PCM. Kami juga memohon kesabaran dari pemerintah kota dan masyarakat sekitar,” Kata Eka.
Eka menjelaskan, mengenai Power House yang telah dibangun di pulau Mare sesuai rencana yang diupayakan menyala pada tahun 2020 -2021 dikarenakan ada regulasi terkait larangan pengadaan genset akhirnya diberhentikan.
“Kami terus berupaya dan mengajukan pengadaan genset ini dipusat dan sudah mendapatkan lampu hijau, dan ditargetkan paling lama akhir tahun depan atau bisa jadi lebih cepat, saya juga ucapkan terimakasih atas perhatian khusus dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan kepada PLN,” Papar Eka.
Pada kesempatan tersebut Wali kota Tidore H. Ali Ibrahim berharap agar pihak PT. PLN (Persero) UP3 Ternate untuk lebih serius menanggapi permasalahan yang dialami masyarakat disekitar PLTU Rum selama ini.
“Saya harap agar PLN untuk lebih serius dan lebih memperhatikan terkait masalah cerobong asap dan Debu yang sangat mengganggu aktifitas masyarakat, bila perlu cerobong asap lebih ditinggikan lagi karena ketika angin bertiup membawa asap batubara hingga ke permukiman penduduk di area penggunungan,” tutur Ali.
Ali berharap, agar penerangan lampu di dua Desa pulau Mare segera direalisasikan sebab hingga saat ini kedua desa pulau mare belum menikmati listrik PLN.(mdm/red)


Tinggalkan Balasan