TOBELO-pm.com, Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite milik nelayan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wosia, Tobelo Tengah, Halmahera Utara (Halut) sudah dua minggu ditutup.
Ditutupnya SPBN itu belum diketahui pasti penyebabnya. Hal itu lantas mengakibatkan para nelayan di Tobelo tidak lagi beroperasi di laut, karena kehabisan BBM.
Amatan jurnalis media ini di SPBN Wosia yang berdekatan dengan Kantor UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara tidak ada aktivitas pengisian bahan bakar oleh nelayan.
Terlihat hanya selang pompa mesin pengisian BBM tergantung, dan tidak ada petugas SPBN. Padahal saat ini masih musim tangkap ikan bagi para nelayan.
“Sudah dua minggu tidak ada aktivitas di SPBN, kami juga belum tahu penyebabnya,” kata salah satu pegawai UPTD DKP Malut, Melian saat ditemui jurnalis media ini di lokasi, Kamis (14/4/2023).
Sementara, Bahdar, salah satu nelayan di Tobelo mengatakan sampai saat ini dirinya belum mendapatkan BBM. Aktivitasnya yang hanya mengandalkan tangkap tuna untuk penuhi kebutuhan sehari hari-hari terpaksa pupus, karena kehabisan bahan bakar untuk melaut.
“Setiap hari, kami cek di SPBN tapi tidak ada petugas, padahal kami mau menanyakan kenapa petugas apakah kouta BBM subsidi untuk nelayan suda tidak ada, atau apa penyebabnya,” cetusnya.
Hingga berita ini dipublis, pihak terkait dalam hal ini Pertamina Tobelo belum dapat dimintai keterangan. Jurnalis media ini akan mengonfirmasi kembali pada kesempatan berikut.


Tinggalkan Balasan