MABA-pm.com, Setelah diduga nekat melakukan kekerasan kepada dua stafnya, yakni Mastura Djailani dan Idman Yasir, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Haltim, Richar Sangaji akhirnya meminta maaf.
Hal itu disampaikan Richar saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis (2/2/2023). Dirinya bahkan mengakui kesalahannya.
“Saya meminta maaf kepada seluruh staf Disnaker Haltim, dan seluruh masyarakat Halmahera Timur. Saya minta maaf apa yang saya lakukan di kantor kemarin, karena memang saya juga selaku manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, dan saya bukan malaikat yang selalu benar,” ujarnya.
Meski sudah meminta maaf, Richar kembali membantah pernyataan Matsura terkait uang makan.
“Jadi yang sebenarnya kami berbincang terkait dengan renofasi kantor. Yakni dua ruang yang telah direnofasi itu saya bilang pakai uang pribadi saya. Setelah mengatakan itu, korban langsung bilang bagara pake uang pribadi, kata ini yang membuat saya langsung emosi,” terangnya.
Ia menjelaskan, pada saat itu dirinya memang naik pitam dan langsung melayangkan pukulan tapi tidak mengenai wajah korban. Tangannya hanya sempat mengenai bahu stafnya itu.
“Pada saat marah tangan saya langsung jalan, namun tidak sampai menyentuh pipi korban. Tidak seperti apa yang disebutkan korban dalam keterangannya di media,” cetusnya.
Sementra itu, keluarga korban Ishak Jailani mengatakan pihaknya tetap mendesak dugaan kekerasan itu tetap diusut tuntas meski Kadis Nakertrans sudah meminta maaf.
Menurutnya, permintaan maaf tidak dapat menghentikan dugaan tindak pidana kekerasan yang sudah dilaporkan di Mapolsek Maba Selatan itu.
Ia menegaskan akan menghadap Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub untuk menyampaikan tindakan Kadisnakertrans terhadap keluarganya, sekaligus mendesak bupati memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sikap yang ditunjukkan Richar Sangaji itu tidak mencerminkan seorang pimpinan, karena sekalipun korban yang bertutur kata yang menyinggung atau pun sikap yang kurang baik, maka sebagai seorang pimpinan harus memberikan teguran maupun nasehat. Bukan dengan tindakan kekerasan,” ucapnya.
Terpisah, Kapolsek Maba Selatan, Seherlin mengatakan kasus kekerasan yang melibatkan Kadisnaker itu berkasnya akan dilimpahkan ke Polres Haltim.
“Besok Polsek Maba Selatan akan melimpahkan berkas tersebut ke Polres Haltim untuk ditindaklanjuti,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp.
Dirinya menambahkan hingga saat ini Polsek Maba Selatan sudah periksa dua saksi dari kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan