TERNATE-pm.com, Manejer Bank Mandiri cabang Kota Ternate, Riski Firmansyah dihadirkan dalam sidang kasus dugaan suap eks Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK)

Riski Firmansyah memberikan kesaksian atau keterangan terhadap terdakwa mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Daud Ismail  dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara, dan mantan Kepala Dinas Perkim, Adnan Hasanudin.

Manejer bank Mandiri Cabang Ternate itu dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sidang dipimpin Ketua PN Ternate, Romel Franciskus Tumpubolon didampingi empat hakim anggota masing-masing, Haryanta, Kadar Noh, Samhadi dan R. Moh. Yakob Widodo.

Sidang digelar sekira pukul 09:20 WIT, Rabu (17/3/2024) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Ternate.

Riski Firmansyah mengaku menjabat sebagai manejer Bank Mandiri Cabang Ternate sejak tahun 2023 lalu. Dan, tidak pernah bertemu dengan kedua terdakwa.

Kedua nama terdakwa terdaftar sebagai nasabah bank Mandiri namun, dari cabang mana atau cabang lain, Riski enggang mengetahui pasti.

Selain Adnan Hasanuddin dan Daud Ismail ada juga nama AGK, Stevi Thomas, Kristian dan Ramadan.

“Data itu ada di kantor pusat, saya hanya mewakili bank Mandiri untuk menghadiri panggilan KPK. Data data tersebut sudah ada, saya hanya memberikan keterangan dalam panggilan KPK,” jawab Riski ketika ditanyakan JPU KPK.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditunjukkan Jaksa dari KPK ada beberapa bukti rekapan dari Bank Mandiri terdapat sejumlah nama yang melakukan transaksi maupun setor tunai.

Mereka adalah Zaldy H Kasuba, ajudan sekaligus ponakan AKG, di mana setoran tunai masuk ke rekening Bank Mandiri atas nama ZALDI H KASUBA

Dengan No. Rekening: 1500011319058 periode sejak tanggal 01-01-2019 sampai 31-12-2023, sebanyak 2.684 kali transaksi dengan total uang sebesar Rp23.227.208.466.

Kemudian ada juga transaksi sebanyak 1.731 kali dengan total Rp 8.395.850.000 (Rp8,3 miliar lebih). 

Terdapat juga transaksi atas nama Muhammad Nur Usman sebanyak 229 kali senilai Rp4 miliar lebih yang juga masuk ke rekening Zaldy Kasuba.

Sedangkan di rekening Husri Lalean yang juga ajudan AGK terdapat 298 kali transaksi dengan total Rp4.841.265.000 (4,8 miliar). Untuk setor tunai 1.21 kali sebanyak Rp707.300.000 (707 juta).