poskomalut, Kabupaten Pulau Morotai ditetapkan sebagai pilot project program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah perbatasan dan daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar.

Penetapan itu langsung dari Pemerintah Pusat (Pempus). Penetapan, maka Pemda Morotai bersama Badan Gizi Nasional (BGN) langsung melakukan pemantauan lahan untuk dijadikan dapur MBG di sejumlah kecamatan.

Wakil Bupati Morotai, Rio Cristian Pawane kepada media., Kamis (7/8/2025) mengatakan bahwa pemerintah daerah sudah meninjau lokasi atau tempat untuk mendukung program MBG.

“Sehingga kami (Pemda) Pulau Morotai bersama Tim Kemenko Pangan dan BGN langsung turun ke lokasi untuk memastikan tempat yang bakal dijadikan sebagai dapur MBG,” katanya.

Lokasi yang dipantau itu misalnya Bumdes Daeo, SKPT Daeo Majiko, Bumdes Sabatai Tua, SD Unggulan Dehegila dan Bumdes Yayasan.

“Jadi lokasi tadi masih pertimbangan, karena kami masih pilih lokasi yang lain juga. Jadi belum pasti tadi,”terangnya.

Dalam pandangannya, dapur MBG harus memiliki fasilitas yang memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan yang baik.

“Karena dapur MBG itu harus mampu memproduksi makanan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dilayani. Dan, dapur MBG juga harus mudah dijangkau masyarakat penerima manfaat untuk MBG,”jelasnya.

Ia menambahkan, Pemda Morotai tetap komitmen untuk menyukseskan program MBG, sehingga bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Morotai ke depan.