poskomalut, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) unjuk gigi di Seminar Nasional Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY).

Perusahaan tambang emas di Halmahera Utara itu memaparkan implementasi Dry Stack Tailings (DST) Plant sebagai bagian dari transformasi teknologi pertambangan.

Seminar digelar di Hotel Sahid Raya dan Convention Yogyakarta, Senin, 13 April 2026, mengusung tema “How Artificial Intelligence and the Digital Revolution (4.0) Are Driving the Future of the Mining Industry”.

Acara ini menghadirkan enam pembicara kunci. Di antaranya Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno, Ketum PERHAPI Ir. Sudirman Widhy Hartono, Presdir PT Adaro Energy Indonesia sekaligus Ketum APBI Ir. Priyadi Sutarso, Operational Director PT Anggun Permai Tekindo Okky Chandra Perdana, akademisi FITB ITB, serta Assistant Superintendent DST dan Water Management PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Yoga Mei Rizal.

Di sesi kedua, Yoga membawakan materi krusial: “Implementasi Dry Stack Tailings (DST) Plant dalam Kerangka Transformasi Teknologi Pertambangan.”

Yoga juga menyinggung fenomena Artificial Intelligence (AI) di dunia kerja.

Menurutnya, AI bukan ancaman bagi tenaga kerja manusia. Sebaliknya, harus berdampingan dan dimanfaatkan untuk kerja yang lebih inovatif dan efisien.

“Harapan kami, kegiatan ini jadi motivasi, refleksi, dan referensi bagi mahasiswa. Khususnya siapkan kapasitas dan skill kompetensi biar mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0,” ungkap Yoga.

Lewat partisipasi ini, NHM berharap bisa bantu calon tenaga ahli pertambangan lebih siap hadapi industri yang makin terintegrasi teknologi digital.

Dukungan konsisten NHM jadi bukti sinergi industri tambang dan pendidikan adalah kunci utama.

Tujuannya, ciptakan ekosistem pertambangan yang maju, efisien, dan bertanggung jawab.