poskomalut, Kabar rencana penggabungan Partai NasDem dan Partai Gerindra yang dilansir Media Tempo langsung memantik reaksi keras dari pengurus NasDem Maluku Utara.

Bagi mereka, isu itu tidak berdasar dan cenderung menyudutkan partai, terutama Ketua Umum Surya Paloh.

Ketua DPW NasDem Maluku Utara, Husni Bopeng, menegaskan isu merger itu hanya spekulasi. Tidak pernah ada sikap resmi partai ke arah sana. Pemberitaan itu, katanya, justru melukai perasaan kader hingga ke daerah.

“NasDem sudah berdiri hampir 15 tahun dengan ideologi dan semangat restorasi yang kuat. Jadi tidak benar kalau disebut ingin melebur dengan partai lain,” ujar Husni, Rabu (15/4/2026).

Husni juga membantah kabar yang menyebut Surya Paloh mendatangi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk membahas penggabungan. “Itu fitnah yang tidak bisa diterima,” tegasnya.

Menurut Husni, kader NasDem di daerah tersinggung karena pemberitaan tersebut dinilai menggiring opini publik dan merugikan citra partai. Tak hanya soal isu merger, visualisasi Surya Paloh dalam pemberitaan itu pun dipersoalkan. Bagi kader, penggambaran itu tidak pantas dan merendahkan.

“Ketua umum kami digambarkan secara tidak layak. Itu sangat menyinggung seluruh kader,” tuturnya.

Soal langkah lanjutan, Husni menyebut DPP NasDem sedang mempertimbangkan upaya hukum. Sebelumnya, DPW NasDem DKI Jakarta telah mendatangi kantor media bersangkutan dan menerima permintaan maaf. Namun bagi kader di Maluku Utara, permintaan maaf saja belum cukup.

“Kami di daerah meminta DPP segera mengambil langkah hukum agar persoalan ini jelas dan tidak berulang,” ujar Husni.

Polemik ini mencuat setelah muncul pemberitaan yang mengaitkan hubungan NasDem dan Gerindra, termasuk isu merger yang kemudian dibantah internal partai.

Mag Fir
Editor