poskomalut, Pelaksanaan pelantikan pengurus dan Rakerwil I periode 2025–2029 NasDem Maluku Utara harus menjadi titik balik kebangkitan dan konsolidasi total dalam mengawal agenda politik menuju Pemilu 2029.

Ini disampaikan Ketua Steering Committee (SC) Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I DPW Partai NasDem Provinsi Maluku Utara, Muchlis Tapi-Tapi kepada awak media, Rabu (7/1/2026).

Menurut Muchlis, Rakerwil I yang digelar pada 10–11 Januari 2026 bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelemahan internal partai.

Selain itu, sekaligus menyusun langkah korektif yang terukur dan berorientasi kemenangan partai dalam kontestasi politik 2029.

Muchlis menuturkan, Rakerwil didesain sebagai ruang konsolidasi yang jujur dan terbuka.

“Kami harus berani mengakui kelemahan kami pada Pemilu 2024, terutama soal lemahnya konsolidasi. Menurunnya kepercayaan antar kader, dan rekrutmen politik yang tidak maksimal. Semua itu harus diperbaiki mulai dari sekarang,” cetus Muchlis.

Dia menjelaskan, pelaksanaan Rakerwil di awal 2026 menjadi penanda dimulainya fase akselerasi kerja politik Partai NasDem Maluku Utara, setelah 2025 dijadikan sebagai tahun konsolidasi organisasi.

Ia menilai, tanpa konsolidasi struktur yang kuat dan kader yang solid, target besar partai untuk kembali merebut kursi DPR RI dan memperkuat perolehan kursi DPRD pada Pemilu 2029 akan sulit dicapai.

“Maluku Utara pernah dua kali berturut-turut mengirim wakil ke DPR RI pada Pemilu 2014 dan 2019. Kehilangan kursi pada 2024 harus menjadi pelajaran mahal. Rakerwil ini adalah langkah awal untuk merebut kembali kepercayaan rakyat,” ujarnya.

Muchlis menerangkan, tantangan partai ke depan tidak hanya soal elektoral, tetapi juga soal tata kelola organisasi dan etika politik.

Ia menyoroti praktik biaya politik tinggi dalam kontestasi Pilkada yang dinilai melemahkan daya juang kader dan bertentangan dengan semangat politik tanpa mahar yang menjadi komitmen Partai NasDem.

“Jika kita ingin kader-kader terbaik tampil dan bertarung secara sehat, maka partai harus hadir sebagai rumah perjuangan, bukan beban. Rakerwil ini menjadi forum untuk merumuskan langkah-langkah konkret agar kaderisasi dan rekrutmen politik berjalan lebih adil, transparan, dan bermartabat,” katanya.

Mantan Wakil Bupati Halut itu menegaskan, seluruh rangkaian Rakerwil tetap berpedoman pada arahan Ketua DPW Partai NasDem Maluku Utara, Husni Bopeng, yang menekankan pentingnya konsolidasi internal, inovasi program, aksi nyata yang berdampak, penguatan SDM dan kaderisasi, serta kolaborasi strategis dengan pemerintah dan mitra lainnya tanpa mengurangi independensi partai.

Ia juga menyampaikan bahwa Sekretariat Wilayah bersama panitia telah menyiapkan Rakerwil sebagai forum produktif, bukan seremonial, agar setiap rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata di seluruh tingkatan struktur.

Sebagai Ketua SC, Muchlis Tapi-Tapi menegaskan bahwa Rakerwil I ini merupakan tindak lanjut konkret dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem ke-I di Makassar, yang mengusung tema Kemandirian Berpikir Demi Kemajuan Bangsa.

Nilai kemandirian berpikir, menurutnya, harus tercermin dalam sikap politik kader yang rasional, objektif, dan berpihak pada kepentingan rakyat, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Jika konsolidasi struktur, militansi kader, dan sinergi tiga garda partai—legislatif, eksekutif, dan struktur—dijalankan secara konsisten mulai 2026 ini, maka target NasDem untuk menjadi pemenang Pemilu 2029 atau setidaknya masuk tiga besar nasional sangat realistis,” pungkasnya.

Mag Fir
Editor