SANAN-pm.com, Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara mencatat penanganan kasus kekerasan terhadap anak hingga pertengahan 2023 meningkat.

Kasat Reskrim, Iptu Abu Zubair Latupono menyebut, kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kepulauan Sula pada periode Januari-Juni 2023 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Abu mengaku, kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur di Kepulauan Sula bervariasi.

Dimulai dari pencabulan, persetubuhan maupun perkosaan bahkan tindakan fisik yang kategori masuk pada kekerasan terhadap anak.

“Intinya kekarasan terhadap anak di Sula masih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan ini sesuai dengan kasus yang dilaporkan dan yang ditangani Polres,” ungkapnya, Jumat (23/6/2023).

Dirinya mengakui, tingginya kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur paling dominan dipicu karena para pelaku dipengaruhi minuman keras maupun filim dewasa yang sering ditonton.

“Penyebabnya masih pada miras dan ada juga yang terjadi karena para pelaku sering nonton filim dewasa,” jelasnya.

Para pelaku ini menyasar hampir pada semua kalangan baik orang dewasa maupun anak. Ternyata sebagian besar para pelaku adalah orang dekat korban.

“Pelaku ini paling banyak adalah dari lingkungan keluarga korban termasuk paman,” jelasnya.

Semua kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang ditangani pada 2023, senagin masih dalam tahap penyelidikan dan ada juga sudah penyidikan hingga tahap II ke Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula.

“Yang pasti kasus yang masih penyelidikan akan kami upaya supaya naik penyidikan, yang sudah penyidikan akan kami terus berupaya untuk melengkapi berkas dan dilimpahkan tahap II ke JPU untuk disidangkan,” ujarnya.

Untuk menekan kasus tersebut lanjut Kasat, pihaknya melalui unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) terus melakukan sosialisasi bersama dengan Satbinmas yang menyasar pada beberapa titik lokasi keramaian dan tingkat sekolah.

“Kami tetap berupaya supaya kasus ini bisa ditekan dengan berbagai macam cara,” pungkasnya.