TOBELO-pm.com, Rahman Baba kembali dipercaya menukangi organisasi profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Halmahera Utara (Halut).

Rahman ditunjuk secara mufakat dalam rapat pengurus PWI Halut yang dipimpin Jumar Mafoloi dan turut dihadiri Sekretaris PWI Malut, Samsir Hamajen dengan masa bakti 2023-2025.

Selanjutnya, hasil dari pemufakatan itu dituangkan dalam berita acara pengesahan sekaligus mengajukan permohonan SK kepengurusan PWI Halut periode 2023-2025 ke PWI Maluku Utara untuk diterbitkan, dan PWI Maluku Utara melaporkan kepengurusan PWI Halut ke PWI Pusat.

Dalam rapat musyawarah mufakat tersebut juga menetapkan panitia pelaksana pelantikan yang juga diketuai Jumar Mafoloi, Sekretaris Panitia Ferdinan Papua dan Bendahara Panitia Pelantikan Azhar Arfane.

Ketua panitia, Jumar Mafoloi mengatakan, palantikan kepengurusan PWI Halut ditagertkan usai lebaran Idulfitri 1444 H/2023 M. Segala sarana pendukung akan disiapkan panitia pelantikan.

Sementara, Ramhan Baba mengucapkan terima kasih atas hasil rapat musyawarah mufakat memilih dirinya kembali sebagai Ketua PWI Halut.

Ia mengatakan amanah tersebut akan dijalankan demi mewujudkan PWI Halut ke depan lebih maju.

“Insha Allah setelah di SK-kan, kami targetkan paska Idulfitri pelantikan kepengurusan PWI Halut,” tuturnya.

Sementara Sekretaris PWI Malut, Samsir Hamajen, sesuai arahan Ketua PWI Malut, Asri Fabanyo, bahwa PWI Halut tidak bisa dilakukan konfrensi daerah, mengingat pada PDPRt menyebutkan bahwa yang memenuhi syarat ketua hanyalah Rahman Baba. Ia memiliki kartu anggota biasa dikeluarkan PWI Pusat di atas dari 1 tahun.

Dengan begitu maka Pengurus PWI Halut hanya dapat melaksanakam musyawarah mufakat dan pembentukan panitia pelantikan.

Lanjut Samsir, pada 2025 barulah dilakukan konfrensi daerah, karena syarat calon ketua sudah di atas satu tahun, dan terdapat enam sampai tujuh anggota PWI untuk mencalonkan diri sebagai ketua.

Dirinya menerangkan, hasil dari musyawarah mufakat tersebut akan dilaporkan pada rapat harian pengurus PWI Maluku Utara.

“Setelah PWI Halmahera Utara menetapkan pengurus defenitif juga akan dilanjutkan dengan beberapa PWI kabupaten/kota akan secepatnya dilakukan pembentukan kepengurusan defenitif,” ucapnya.

Samsri menyebutkan, kabupaten/kota yang belum memiliki kepengurusan definitif adalah Halmahera Barat, Morotai, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Kepulauan Sula dan Taliabu.

“Karena berdasarkan intruksi PWI Pusat kita mempercepat pembentukan sruktur PWI kabupaten/kota defenitif. Yang diprioritaskan PWI Kepulauan Sula dan PWI Taliabu. Syarat kepengurusan menduduki jabatan PWI kabupaten sudah jelas tertuang dalam PDPRt PWI,” tukasnya.