MOROTAI-pm.com, Usai dilantik menjadi Kepala Desa (Kades) Nakamura, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Johan Mardiono langsung melakukan terobosan cepat dengan merealisasi sejumlah program didesanya.
Bahkan, satu satunya desa di kabupaten Morotai yang paling cepat merealisasi kegiatan dan diakui oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD).
Sejumlah program yang telah direaliasi itu adalah pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap Dua setelah dilantik bulan Mei lalu. Di mana, ketika para kades lain lagi mengurusi administrasi pemerintahan, Kades Morodadi telah merealisasi bantuan untuk masyarakatnya.
Selain itu, satu satunya desa yang saat ini sudah menyerahkan dokumen Rencana Program Jangka Menengah (RPJM) Desa Morodadi tahun 2022.
Sejumlah kegiatan lainnya yang telah dikerjakan itu adalah pembagian BLT tahap III, Program sosialisasi penanggulangan dan pencegahan Narkoba kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta pengukuhan Aparatur Desa Morodadi, sosialisasi tentang kamtibmas serta sejumlah program lainnya.
Dihadapan Danramil Morsel, Kaposek Morsel dan BPMD Morotai. Kades Morodadi Johan Mardiono mengatakan bahwa ada beberapa rangkaian kegiatan yang telah dituntaskan oleh Pemdes Morodadi pasca dirinya dilantik menjadi Kades salah satunya pemberian BLT kepada 74 KPM.
“Ada 74 kpm, kami sudah melalui tiga tahap pertiga bulan, pertiga bulan 66 juta lebih, total 199 juta,”jelasnya.
Pemberian BLT dari pemerintah penggunaannya harus tepat sasaran karena jika tidak pihaknya akan mengevaluasi bagi penerima bantuan.
“Uang yang diberikan pemerintah mohon jangan disalahgunakan, biasanya dorang terima BLT beli miras, beli togel kalau ditemukan saya akan blakclist, akan tetapi di Morodadi belum ada laporan yang masuk kalau ada yang beli miras atau pasang togel,”tegas Johan.
Soal pengukuhan terhadap sejumlah aparat desa misalnya Lina Ishak, Sander Otje dan beberapa perangkat desa lainnya. Johan meminta agar dimasa pemerintahannya, para pengurus bisa bekerjasama dengan baik dalam rangka kemajuan desa.
“Pengisian perangkat desa yakni peningkatan kinerja, mampu mengimbangi pelayanan dan aspek pemerintahan, membutuhkan SDM berkualitas yang diamanahkan oleh UU desa, larangan perangkat desa wajib dihindari kalau dilanggar bisa diberhentikan, dibeberapa Minggu terakhir agenda sosialisasi tentang Kamtibmas, penyuluhan pencegahan penyalahgunaan narkoba, pengukuhan aparatur desadan penyerahan RPJM Desa, Pengukuhan dapat membawa dampak positif bagi desa,” pintanya.
Senada, Danramil Morsel, Mayor Inf I Putu Artanajaya juga mengatakan pengukuhan itu suatu kepercayaan dari masyarakat.
“Saya juga unsur pelayan, kalau kita tempatkan kita ini unsur pelayan maka Insha Allah akan berjalan baik baik saja, karena pelayan itu tidak sombong, tidak angkuh, kalau itu kita tampilkan maka akan baik, kalau kuasai tupoksi maka akan berjalan baik, ini amanah negara, unjuk tombang negara ada di desa, baik buruknya negara itu tergantung desa,” jelasnya.
Sementara Kabid Desa BPMD Asyura Umar juga menyebut bahwa Desa Morodadi adalah desa yang patut menjadi contoh dari sisi berpemerintahan hal ini dapat dilihat salah satunya adalah penyelesaian RPJM Desa.
“Satu satunya desa yang sudah menyelesaikan RPJM Des baru desa Morodadi, ini harus jadi contoh untuk desa yang lain,” tutup Asyura.


Tinggalkan Balasan