TOBELO-pm.com, Warga kecamatan Galela Utara, Halmahera Utara geram dengan pelayanan aliran listrik di daerah tersebut.

Pasalnya, dalam setahun terakhir warga di kecamatan tersebut tidak menikmati aliran listrik sama sekali.

Keluhan sudah disampaikan lansung warga ke pusat layanan PLN Rayon Tobelo, namun kondisinya masih tetap sama (padam).

Tokoh Muda Galela Utara, Kadafi Kasuba mengatakan, warga kecamatan dari Desa Limau sampa Jere hidup dalam kegelapan, karena tidak mendapat penerangan dari PLN.Warga pun menaruh curiga dengan kondisi tersebut, karena satu daerah di Halmahera Utara tidak mendapat aliran listrim dalam kurun waktu satu tahun tidak lah wajar.

“Sudah satu tahun tidak hidup. Kecurigaan itu, diduga ada mafia listrik di tubuh PLN. Kami warga Galela Utara suda satu tahun hidup dalam kegelapan,” keluh Kadafi, Selasa (17/1/2023).

Sebelumnya, dari hasil dikonsultasi, pihak PLN beralasan di daerah tersebut banyak tanaman kelapa, kayu dan burung yang mengganggu kabel listrik.

Padahal, warga sudah secara sukarela menebang tanaman kelapa mereka agar harapan listrik PLN kembali normal.

“Tetapi masih tetap saja listrik tidak normal, kami curiga ada mafia, sebab kami membayar iuran terus, tapi listrik tidak hidup,” beber Kadafi.

Dirinya berharap pemerintah daerah dan DPRD Halut segera memanggil dan perintahkan pihak PLN untuk menormalkan listrik di wilayah Galela Utara.

“Kami harap bupati dan DPRD dapat mengindahkan keluhan warga Galela Utara. Saat ini banyak barang elektronik warga berupa televisi, kulkas, dan lainyaa rusak akibat dari tidak normalnya listrik,” harapnya.