MABA-pm.com, Polsek Wasile Selatan mendapatkan keluhan terkait dengan pembebasan ataupun tapal batas desa yang belum dituntaskan.
Permasalahan tapal batas tersebut terdapat di tiga desa di Kecamatan Wasilei Selatan. Tiga desa tersebut yakni Waijoi, Jikomoi dan Desa Loleba.
Kepala Desa Waijoi, Apner Wararak mengatakan sampai saat ini warga masih terkendala pembebasan lahan adan tapal batas antara tiga desa.
“Apalagi dengan kondisi saat ini perusahaan sudah melakukan aktivitas di lahan milik warga, sehingga kami meminta pihak kepolisian dapat menemui solusi dengan kegiatan Jumat Curhat yang dilakukan Polsek Wasile Selatan,” ujarnya, Jumat (24/2/2023).
Bukan hanya itu, perusahaan yang beraktivitas juga merusak pipa air bersih di lingkungan Desa Waijoi. Untuk itu warga meminta Polsek Wasilei Selatan turut terlibat dalam membantu masyarakat.
“Kondisi desa saat ini di tengah penggunaan jalan untuk mobil perusahaan sudah merusak pipa air bersih di lingkungan desa kami, sehingga kami berharap kepada ibu kapolsek dapat memberikan sarana untuk mempertemukan kami dengan pihak perusahaan,” turunnya.
Menagapi itu, Kapolsek Wassile Selatan mengatakan, mengenai tapal batas tiga desa sudah ada pertemuan bersama pemerintah daerah, sesuai dengan hasilnya akan dilibatkan tim penegakkan tapal batas.
“Saya berharap ke depannya penentuan harus diterima masyarakat, karena pemerintah menyesuaikan dengan peta batas,” ujarnya.
Ia menyampaikan, dalam waktu dekat Kapolsek bakal berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar bisa bersama pemerintah desa menyelesaikan persoalan tersebut.
“Saya sangat berharap apabila ada hal-hal yang tidak sesuai dengan pihak perusahaan segera sampaikan ke pemerintah desa, kecamatan maupun ke saya selaku pihak kepolisian, supaya segera ditindaklanjuti,” tutur Kapolsek.
“Jangan mengambil sikap dengan melaksnakan kegiatan aksi. Apalagi aksinya tidak ada pemberitahuan awal,” sambungnya.
Dirinya menambahkan, daerah lingkar tambang sering terjadi masalah tapal batas, namun kata dia, setiap persoalan ada jalan keluar. Baiknya dibicarakan secara bijak agar apa yang maksud dapat diterima dengan baik.
“saya tidak mau ada penyampaian aspirasi tidak sesuai dengan peraturan, apalagi sampai anarkis, mari jaga torang punya daerah ini dengan baik supaya kemakmuran yang torang dapat,” serunya.

Tinggalkan Balasan