MABA-PM.com, Pemerintah Daerah Halmahera Timur (Haltim) melalui Dinas Perhubungan akhirnya mendatangkan mesin uji KIR yang berkapasitas besar. Kehadiran alat uji Kir, tersebut akan menjadi andalan disektor pendapatan Dishub.

Kepala Dinas Perhubungan Haltim, Dwi Cahyo kepada wartawan mengatakan, bahwa kehadiran alat uji baru tersebut membawa angin segar bagi Dishub Haltim, karena bisa mendatangkan sektor penerimaan bagi daerah terutama berkaitan dengan administrasi biaya uji.

“Kemarin kita sudah anggarkan diperubahan untuk pengadaan alat uji KIR tersebut. Saat ini sudah ada di gedung KIR” ujar Dwi, Rabu (04/01/2021).

Lanjut dia, pendapatan pada sektor uji KIR di tahun 2021 belum mengahasilkan konstribusi bagi PAD, karena harus dilakukan peningkatan status menjadi tipe B untuk bisa mengait pendapatan daerah.

“Dengan adanya alat saat ini, tinggal dilakukan pemasangan oleh teknisi dari Jakarta dan dilakukan kalibrasi dari kementrian untuk mendapatkan sertifikasi tipe B karena itu syarat untuk naik level,” tandasnya.

Dikatakanya, alat uji kendaraan yang dihadirkan saat ini merupakan satu-satunya di Maluku Utara, sehingga bukan saja bisa dimanfaatkan oleh warga Haltim, namun bisa juga dimanfaatkan daerah lain.

“Daerah lain boleh uji di sini. Daerah lain bisa mendapatkan konstribusi uji, kita dapat biaya admnistrasi. Jadi daerah lain juga tidak dirugikan, prinsipnya kita welcome,” terangnya.

Dirinya menambahkan, untuk sertifikasi uji sendiri, Dishub Haltim telah mendapatkan lima sertifikasi, yakni uji ban, kaca, kebisingan, dan rem. Sesuai dengan ketentuan uji KIR yang ada saat ini sudah melebihi standar sertifikasi untuk naik menjadi tipe B.

“Tinggal dari kementrian melakukan kalibrasi, dan saya yakni kita bisa naik status, karena rekanan yang kita tunjuk juga merupakan rekomendasi dari kementrian sehingga kualitasnya benar-benar teruji,” ungkap Dwi.

Ditanyai waktu pengoperasian alat uji KIR, dirinya memastikan pada bulan Maret sudah mulai beroperasi, dan sektor penerimaan sudah bisa diterima Pemkab Haltim.

“Karena harus dipasang dulu, setelah itu tim dari balai melakukan kalibrasi, baru kita bisa secara resmi melakukan pengoperasian,” katanya.

Sementara itu, untuk sektor pendapatan lain, seperti kepelabuhanan maupun parkir, dirinya mengatakan bakal memaksimalkan pada tahun 2022, sehingga target pendapatan yang dibebankan bisa dicapai.

“Kita juga akan maksimalkan beberapa sektor lain seperti pelabuhan dan parkir untuk menbah penerimaan daerah kita di tahun 2022 ini,” pungkasnya.