MABA-PM.com, Pengelolaan keuangan di lingkup Pemerintah Daerah Halmahera Timur (Haltim) belum sepenuhnya terserap secara maksimal. Ini dilihat dari realisasi program kegiatan masing-masing SKPD baru mencapai 20 sampai 25 persen.
Sekertaris Daerah Halmahera Timur, Ricky CH Richfat menyampaikan, realisasi visi misi dan program kerja pemerintahan Ubaid-Anjas tahun 2022 yang dijalankan tiap-tiap SKPD belum sepenuhnya berjalan dengan maksimal.
“Progres terkait realisasi kegiatan masing-masing OPD di semester pertama ini rata-rata baru mencapai 20-25 persen. Ini masih termasuk rendah, tapi sedikit normal karena memang menerima anggaran DAK sedikit besar,” kata Ricky saat dikonfirmasi, Selasa (14/06/2022).
Ketua tim TAPD ini mengemukakan, dua OPD penerima DAK terbesar menjadi penunjang realisasi pengelolaan program kegiatan sedikit signifikan alias meningkat.
“Contohnya Dinas Perkim dan PUPR yang anggarannya sedikit besar karena ada di DAK. Kalau DAK nya masuk, proses pekerjaannya naik,” jelasnya.
Dikatakannya, pemerintah daerah menargetkan DAK tahap satu 2022 mulai masuk pada Juni mendatang. Target itu dipercepat sehingga realisasi semua program kegiatan fisik maupun non fisik SKPD berjalan keseluruhan.
“Kami targetkan minggu kedua bulan Juni sudah masuk DAK tahap I. Biasanya sedikit terlambat, tapi tahap kedua dan tiga pasti sudah mulai lancar,” terangnya.
Penyerahan anggaran DAK lanjut Ricky, belum sepenuhnya signifikan. Ini disebabkan rata-rata SKPD penerima DAK sedikit terlambat mereview dokumen mereka.
“Penyerapan DAK belum signifikan, karena terakhir minggu ini baru empat SKPD penerima DAK yaitu Pertanian, Perikanan, Disperindag dan Nakertrans selesai review dokumen. Kalau sudah selesai sudah mulai siap tender pengolahan DAK. Kalau sudah siap tender lalu pemenangnya sudah ada kemudian di apload ke Waspam baru dana DAK tahap I masuk,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan