MABA-pm.com, Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Timur (Haltim) mengambil langkah pengamanan pasca peristiwa pembunuhan sadis di Desa Gotowasi, Maba Selatan beberapa waktu lalu.
Bupati Haltim Ubaid Yakub mengatakan, Pemda telah membangun koordinasi lintas instansi seperti kepolisian dan TNI untuk keamanan masyarakat di Maba Selatan.
Langkah pertama yang diambil Pemda Haltim, memberikan penguatan di pos Satgas keamanan di Maba dan Waci dengan memberikan bantuan kendaraan untuk melakukan patroli.
“Dilapangan kami telah bagi tugas, untuk pos Waci akan melakukan patroli bagian dalam dan patroli di Maba Selatan jauh sampai dengan perbatasan Halmahera Tengah dan itu patroli diharapkan secara rutin,” katanya, Senin (7/11/2022).
“Kami juga telah meminta backup dari Dandrem dan direspon dengan memberikan penguatan personil. Enam orang di Pos Maba dan enam lainya di pos Waci,” sambungnya.
Sedangkan untuk jangka menengah, kata ubadi, Pemda Haltim akan membangun penambangan dua pos.
“Dua pos itu sesuai dengan titik jalur-jalur yang dilalui siapa saja diantaranya OTK. Yakni satu pos di ruas jalan Maba-Gotoasi dan satu posnya lagi di Selatan jauh,” ujarnya.
Kemudian, lanjutnya, disertai dengan pembuatan jalan tani di pertigaan jalan Gotowasi-Maba sepanjang dua kilo menuju Desa Peteley, sehingga memberi akses patroli.
Sementara untuk jangka panjang, sesuai usulan masyarakat akan dibangun perkampungan di pertigaan Maba-Gotoasi sebagai tindakan antisipatif.
“Kami akomodir usulan dari masyarakat terkait dengan pembangunan perkampungan di pertigaan Maba-Gotoasi, namun kami harus menyesuaikan dengan aturan, karena wilayah tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung,” ucapnya.
Ubaid menyebut pemerintah daerah mengutuk keras tindakan yang tidak prikemanusiaan yang dilakukan OTK.
“Pemda Haltim akan memberikan suport aparat keamanan untuk melakukan pengungkapan kasus pembunuhan tersebut, sampai pada titik terang,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan