MABA-pm.com, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Halmahera Timur (Haltim) Gelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-III sekaligus bentuk pengurus aliansi 2024.
Kegiatan berlangsung di kantor Desa Ekorino Kecamatan Wasile Selatan, Jumat (02/02/20244), dengan tema “Budaya yang kokoh masyarakat adat Halmahera Rimur berdaulat, mandiri dan bermartabat”.
Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Tingkat Nasional (DAMANAS) Region Maluku dan Maluku Utara, Afrida Erna Ngato menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda kemaslahamatan adat di Haltim untuk berdaulat, mandiri dan bermartabat di tanah sendiri.
“Dalam momentum musda AMAN ke III ini, saya mengajak anak muda untuk bangga dengan budaya yang kita miliki, jangan lagi anak-anak muda tidak mau menggunakan bahasa ibu atau bahasa lokal,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut dirinya juga mengatakan, kebijakan pemerintah hari ini lebih berpihak kepada asing dan kapitalisme dari pada masyarakat adat.
“Masyarakat adat tidak anti pembangunan, masyarakat adat perlu pembangunan, tapi pembangunan jangan sampai meninggalkan masyarakat adat ataupun menyingkirkannya,” katanya.
Dirinya juga menyinggung bahwa presentasi dari BPS Maluku Utara, angka kemiskinan tertinggi Provinsi Maluku Utara ada Haltim dan Halteng, padahal dua wilayah ini memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa.
“Padahal pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara meningkat tinggi, karena penyokong utamanya yaitu kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah,” pugkasnya.
Turut hadir dalam musyawarah, Ketua Dewan AMAN Nusantara Tingkat Wilayah (DAMANWIL) Novenia Ambeua, Ketua Pengurus Harian (PH) Gayus Abeua, Waka Polres Haltim Kompol Ranto Eko Mardayanto, Kapolsek Wasile Selatan Ipda Nurmala Ismail, kepala desa se Kecamatan Wasile Selatan dan tokoh adat dan peserta sebanyak 80 orang.



Tinggalkan Balasan