TOBELO-pm.com, Irfan Soekonay menyampaikan rute penyeberangan kapal tol laut antara Galela-Surabaya harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) Dapil Halut-Pulau Morotai itu juga menyebut pengadaan kontainer kapasitas 40 VIT di Pelabuhan Galela perlu menjadi atensi Gubernur, Sherly Tjoanda.
Menurutnya, saat ini rute kapal tol laut yang masuk ke Surabaya harus menempuh waktu cukup lama, karena melewati beberapa daerah, yakni Galela, Morotai, Haltim dan Halteng.
Ia juga mendorong Pemprov Malut mempercepat pemasangan aliran listrik di Desa Kumo.
“Terkait dengan aliran listrik di Desa Kumo saya sudah berkomunikasi dengan PLN Maluku Ambon dan Maluku Utara, hanya saja terkendala perijinan dari pusat,” jelasnya.
Sebab itu dirinya meminta langkah cepat Pemprov dan Pemda Halut mengatasi kendala teknis terebut, sehingga masyarakat Desa Kumo dapat menikmati listrik.
“Sudah cukup lama hinga dengan puluhan tahun masyarakat di Desa Kumo belum menikmati listrik,” bebernya.
Salain itu Ifran juga mendesak pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH) ke Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.
“Sudah seharusnya DBH Pulau Morotai direalisasikan, sehingga dapat meringankan beban pemerintah daerah,” kata Irfan, Rabu (28/5/2025).
Lebih lanjut politisi PKB itu meminta Pemprov Malut siapkan master plan dan detail enginering desain drainasi Ibu Kota Sofifi dan tempat pengelola akhir sampah.
Sementara, kepada Pemda Halut Irfan meminta pengaturan kembali terkait upa buruh antara Galela dan Tobelo.
Pasalnya kata Irfan, perbedaannya sangat jauh. Upah buruh di Galela berasarnya Rp300 ribu perton. Sedangkan di Tobelo upah buruh hampir mencapai Rp1 juta.
“Pemda Halut harus kembali mengatur secara bijak dan ada kesamaan standar harga. Sebab Galela juga wilayahnya Halut, sehinga tidak terjadi ketimpangan,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan