poskomalut, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi ( LMND) Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara bersama masyarakat Kao Barat menggelar unjuk rasa di gedung DPRD.

Koordinator aksi, Arganto Kotu menyampikan bahwa semenjak Kabupaten Halmahera Utara berdiri, pemerintah daerah menutup mata terhadap kondisi pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kao Barat.

Aksi tersebut bentuk keresahan warga akibat kurangnya kepedulian pemerintah terhadap kondisi infrastukrur jalan di kecamatan tersebut.

“Sudah kurang lebih 20 tahun kita berkabupaten dari masa kepemimpinan ke kepemimpinan infrastruktur jalan dan jembatan Kusuri-Tolabit belum juga ada perbaikan. Tolabit, Kusuri, Pitago, Toboulamo Takimo, Soahukum, Leleseng, Sangaji Jaya. Sementara itu jalur provinsi Toliwang-Gagapok hingga saat ini pekerjaan tidak pernah diselesaikan,”ungkap Arganto dalam orasinya di Gedung DPRD Halut, Kamis (19/6/2025).

Lebih lanjut Arganto mengatakan, bahwa Kao Barat memiliki potensi pertanian yang sangat besar sebagai daerah penghasil beras terbesar di Halmahera Utara, tapi masyawakat setempat tidak mendapatkan sentuhan pembangunan.

“Sangat disayangkan hasil pertanian yang sangat melimpah, tidak berbanding lurus dengan pendapatan rata-rata dari hasil penjualan, karena biaya distribusi hasil priduksi yang tinggi,” jelasnya.

“Kami berharap DPRD Halut bisa mengawal dan mendorong atas keresahan yang saat ini dialami warga Kao, baik itu infrastruktur jalan, kesehatan dan pendidikan.

Sementara, Anggota DPRD Halut Dapail Kao-Malifut, Anggesti Alfiah mengatakan mendukung penuh serta siap mengawal aspirasi masyarakat di wilayah yang diwakilinya.

“Saya akan mengawal aspirasi dari masyarakat Kao Barat dan akan menyampaikan ini ke pak bupati, karena kami tergabung dalam koalisi pemenang pada pilkada kemarin,” ujar anggota DPRD fraksi PAN itu.

“Dengan semangat kolaborasi, diharapkan perbaikan infrastruktur di Kecamatan Kao Barat dapat terealisasi demi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Mag Fir
Editor