poskomalut, Lomba karnaval pada Morotai Festival (Morofest) 2025 ternyata digelar selama delapan Jam.

Lamanya lomba digelar, karena banyak peserta yang turut berpartisipasi.

Karnaval tercatat paling lama dalam sejarah Morotai, lantaran dimulai pukul 08.00 WIT hingga jelang waktu Magrib.

Lomba diikuti 75 regu dengan peserta 1.125 orang. Regu tersebut bervariasi mulai dari TK PAUD, SD, SMP, dan peserta umum dari berbagai elemen

Berdasarkan pantauan media ini juga, pada pagi hari panitia kegiatan mendahulukan sejumlah peserta dari TK-PAUD untuk memperagakan kreativitasnya.

Selanjutnya SD hingga umum, sejumlah grup memamerkan adat budaya. Misalnya dari suku Jawa dengan Kuda Lumping, Buton dengan tariannya, Tidore dengan Baramasuel dan Salai Jin dan tarian Papua.

Sementara tarian tradisuonal Tide Tide, Cakalele, Sisi serta tarian lainnya juga diperagakan beberapa peserta yang dari enam kecamatan di Kabupaten Morotai.

“Ramai sekali kegiatan ini, karena melibatkan seluruh desa untuk berpartisipasi dalam lomba karnaval, dari pagi sampe sore baru selesai kegiatannya,” ungkap Kades Morodadi, Johan Mardiono kepada media, Sabtu (19/7/2025).

Tidak hanya itu, lomba Musik Yangere juga menarik perhatian para penonton. Sebab, lomba yang sudah dilaksanakan pada Jumat malam itu dipenuhi penonton dari berbagai kecamatan.

“Kenapa ramai, karena dalam satu kelompok Yangere itu perwakilan lima desa, jadi warga lima desa itu datang menyaksikan acara tersebut,” ungkap Musatir, warga Mortim.

Selain itu, sejumlah peserta lomba karnaval juga berdatangan dari luar Morotai. Misalnya dari Halmahera Utara maupun Kota Ternate.

Kabag Humas Pemda Morotai, Iwan Muraji membenarkan banyaknya peserta yang mengikuti lomba tersebut.

“Jumlahnya 75 regu, peserta 1.125, hasil konfirmasi dengan Kadispar,” singkatnya.