poskomalut, Tahun ini Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai mendapat 440 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kuota RTLH sebanyak itu berasal Kementerian Perumahan Dan Kawasan Permukiman (PKP), dana aspirasi dari Irene Center dan Disperkim Malut.

“Bantuan 400 lebih itu berasal dari Kementerian PKP, Satker PKP Malut dan dana aspirasi Irene Center,” ungkap Kadis Perkim Morotai Jainudin Naba kepada media ini kemarin.

Ia merincikan total bantuan tersebut diantaranya 266 unit dari kementerian perumahan, bantuan dana aspirasi Irene Center sebanyak 114 unit dan bantuan Disperkim Malut sebanyak 100 unit.

Dirinya menerangkan, saat ini Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dalam proses penyelesaian tahap akhir sehingga Pemda Morotai melalui Disperkim berupaya mengupdate data untuk percepatan bantuan dimaksud.

“Untuk BSPS, kemarin saya baru dapat WhatsApp dari PPK Satker Provinsi, pertanggal tanggal 8, kami akan update data yang minta oleh Satker PKP Provinsi, jadi tanggal 10 harus clear semuanya,” terangnya.

Sebelum update data lanjut Dia. Pihaknya juga telah melakukan pendataan 30 desa yang ada Kabupaten Morotai. Hal ini dilakukan agar pengusulan data untuk bantuan RTLH bisa berjalan dengan baik.

“Kalau sudah clear, maka akan terbitkan SK untuk calon penerima bantuan, baru kemudian fasilitatornya turun melakukan sosialisasi dan pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Dirinya mengaku walaupun usulan BSPS dari Morotai 700 unit RTLH, namun, yang didapatkan sebanyak 400 unit lebih.

Namun begitu, pihaknya sangat bersyukur tahun ini Morotai dapat bantuan dari pemerintah pusat.