poskomalut, Aktivitas galian C di Kelurahan Tobololo, Ternate Barat, Kota Ternate mulai membawa dampak buruk bagi warga setempat.

Rumah salah warga, Saiful, di RT/04 RW/02 alami retak diduga akibat aktivitas galian menggunakan alat berat.

Kondisi itu memicu kekhawatiran, karena mengancam keselamatan Saiful dan keluarga.

Kepada poskomalut, Saiful menyebut pemilik galian mengaku siap bertanggung jawab dengan kondisi itu.

Dorang (mereka) siap tanggung jawab. Kemarin saya palang jalan menuju galian itu untuk mencari solusi. Dan, dong siap bayar atau tanggung jawab,” akunya Minggu (26/7/2026).

Saiful bahkan menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada etikad baik, pihaknya akan menuntut balik pemilik galian C.

Ia bahkan berharap tuntutannya segera direalisasi pemilik galian C agar bisa memperbaiki keretakan rumahnnya.

Sementara informasi yang diterima redaksi poskomalut, di Keluarahan Tobololo tersebut terdapat dua galian C material pasir milik Impo dan Ongen.

Lurah Kelurahan Tobololo, Hidayat Aba dikonfirmasih mengaku belum mengatahui pasti terkait rumah warga yang terdampak.

“Soal dari warga dan pemilik galian tidak menghubungi saya. Jadi saya tidak tahu,” kata Hidayat dikonfirmasi awak media via WhatsApp, pada Senin (27/7/2026).

Ia bahkan mengungkapan, pernah mengajak warga untuk memboikot aktivitas tersebut. Namun, ada pro dan kontrak.

“Saya mengajak masyarakat untuk boikot aktivitas galian itu, tapi ada masyarakat yang lain itu mempunyai kebutuhan di situ,” tuturnya.

Asalan Hidayat mengajak masyarakat memboikot untuk memalisir dampak dari aktivitas galian, karena jika terjadi masalah menjadi tanggung jawab kelurahan.

Ia juga menyatakan sempat mendapat gerakan atau perlawanan dari kelompok emak-emak di Tobololo.

“Saya pernah didemo ibu-ibu, karena sempat buat gerakan tutup itu galian. Tapi mereka demo di kantor dengan alasan itu adalah kebutuhan dan lain-lain,” jelasnya.

Senanda, salah satu pemuda Tobololo bernama Rian ikut mengomentari hal yang sama.

Menurut Rian, galian di Tobololo sangat kompleks. Bahkan pembukaan lahan galian sudah sangat besar.

“Aktivitas galian di sini sangat kompleks dan pembukaan lahan juga sudah sangat besar. Saya juga pernah melakukan investigasi soal pengukuran lahan,” kata Rian.

Ia mengaku pemilik galian C selalu berdalih ada izin pemerataan lahan. Namun, izin itu harus diperjelaskan.

“Jadi masyarakat kerja di galian ketika kita membuat gerakan atau boikot selalu diperhadapkan dengan masyarakat,” jelas Rian.

Terpisah, Ongen, salah satu pemilik galian C mengaku pekerjaan menggunakan alat berat tersebut bukan miliknya.

Torang (kamu) punya itu jauh dari rumah warga dan alat berat bukan milik torang, coba tanya yang satu,” singkat Ongen saat dikonfirmasi.

Ongen bahkan menyilakan awak media untuk mengecek lokasi pekerjaan.

“Kalau apa, coba cek saja biar jelas. Karena saya punya jauh dari rumah warga,” pungkasnya.

Sementara, Impo pemilik galian C lainnya dikonfirmasi via WhatsApp enggang merespon.

Mag Fir
Editor