poskomalut, Tahun ini Kecamatan Morotai Utara (Morut) lebih banyak mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Provinsi Maluku Utara (Malut) dibandingkan wilayah lainnya.
Berdasarkan data yang dikantongi media ini, Kecamatan Morut mendapatkan 15 unit RTLH, disusul Mortim lima, Morja empat, Morsel dan Pulau Rao tiga unit.
Untuk kecamatan Morut sendiri, dari 15 itu Desa BIDO mendapatkan tujuh unit, Desa Korago dua, Sakita empat dan Yao dua rumah.
Sedangkan Mortim Desa Seseili Jaya dan Hino lima unit. Di kecamatan Morja empat unit didapatkan Desa Aru. Sementara itu Desa Falila Morsel mendapat tiga unit. Dan, Pulau Rao lima unit RTLH.
Sementara bantuan dapur sehat dari Disperkim Malut juga didapat Desa Aru dan Bido satu unit, Sakita empat unit, Buho-bohu dua, Hino tiga unit dan Seseili Jaya tiga rumah.
Selain itu, terdapat program BSPS bersumber dari dana aspirasi yang dikerjakan di 2026 dengan rincian; Desa Cio Gerong dan Tilei Pantai Kecamatan Morselbar sembilan unit, Desa Hino, Sambiki Tua dan Sangowo Timur Kecamatan Mortim mendapat 23 unit. Juga Desa Tanjung Saleh, Ttawakali, Yao Kecamatan Morut delapan unit.
Kadis Perkim Morotai Jainudin Naba ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa program BSPS Kementerian masih dalam proses. Sedangkan kegiatan dari Disperkim Malut sudah berjalan.
“Bantuan BSPS dari kementerian PKP yang sementara berjalan ada yang bersumber dari dana aspirasi. Sementara BSPS reguler masih dalam proses menunggu SK Menteri terkait calon penerima bantuan yang lolos verifikasi. Selain itu RTLH dan Dapur Sehat dari pemprov Maluku Utara juga semntara berjalan sebaran lokasi sebagaimana data yang ada,” jelasnya.



Tinggalkan Balasan