poskomalut, Warga Maba Utara, Halmahera Timur (Haltim) keluhkan dampak pemadaman listrik setiap hari.

Warga setempat memprotes krisis pasokan daya energi listrik yang dialami hampir tiap hari sepanjang Februari-April 2026.

Kondisi ini disebabkan PLN Maba Utara yang mengalami overload alias beban melebihi kapasitas mesin.

Menurut warga setempat, pemadaman listrik tidak menentu tersebut berdampak pada aktivitas rumah tangga, pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Juga aktivitas belajar di sekolah hingga perkantoran dan rumah ibadah. Termasuk sektor ekonomi lokal usaha air Oxxy ikut kenah dampak buruk.

Abjan, satu dari warga Maba Utara mengatakan, aktivitasnya selalu ikut terganggu ulah dari pemadaman listrik yang tidak pernah setop siang malam selama tiga bulan.

“Kerusakan alat pada mesin PLN kalau tidak diperbaiki dan dibiarkan rusak berlarut-larut maka warga yang kenah dampak. Kalau PLN sering padam begini taunya tidak usah ada PLN. Hajatan warga sana sini kadang terhambat karena PLN padam terus,” kata Abjan, Sabtu 11 April kemarin.

Warga Desa Wasileo tersebut meminta PLN ULP Maba dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi secepatnya memperbaiki sejumlah kendala teknis pada mesin agar bisa teratasi.

Perbaikan kata Abjan, sangat diperlukan supaya tidak menimbulkan kerusakan bahan elektronik ditiap-tiap rumah pelanggan.

Sisi lain itu, Abjan meminta DPRD dan Pemerintah Daerah Halmahera Timur mencari jalan keluar agar pemadaman listrik tidak berkepanjangan dan berlarut-larut.

Menurut Abjan, upaya DPRD dan pemerintah setempat berkoordinasi dengan pihak PLN UP3 Sofifi sangat diperlukan guna mencari jalan keluar pengganti tiga mesin bekas pemakaian dari Halmahera Tengah yang tidak bisa dipakai.

“DPRD dan Pemerintah Daerah harus ambil langkah supaya berkoordinasi dengan PLN UP3 Sofifi agar cari solusi supaya kerusakan mesin bisa terjawab. Karena ini sudah menyagkut hajat dan kebutuhan banyak orang yang harus dipenuhi,” ucapnya.    

Informasi yang dirangkum, situasi kelistrikan di wilayah tersebut kini berada dalam kondisi kritis karena dilaporkan keterbatasan.

Hanya dua unit mesin yang dipaksa super ekstra dengan sistem operasional bergantian siang malam untuk melayani kebutuhan daya di sepuluh desa ditambah empat kawasan transmigrasi.

Kerusakan tiga mesin lainnya menjadi penyebab utama terjadi krisis energi berkepanjangan di Kecamatan Maba Utara.

Sementara dua mesin yang tersisa hanya berkapasitas 360 kilowatt. Kondisi mesin tersisa tidak mampu menahan beban yang mencapai 324 kilowatt.

Kapasitas energi yang dihasilkan saat ini sangat terbatas dan tidak sebanding dengan luas wilayah operasional yang mencapai seribu kilometer lebih.

Akibatnya, pembangkit dipaksa bekerja bergantian meskipun dayanya tidak memadai untuk menjangkau seluruh pelanggan.

Kepala PLN ULP Maba Arul Tohepaly mengatakan, padam listrik disebabkan gangguan teknis pada mesin.

Saat ini kata Arul, kondisi sudah kembali normal karena ditangani cepat oleh tim teknisi dilapangan.

“Setiap kali ada gangguan dan mau padam pasti informasi yang disampaikan karena kami ada grup khusus dengan stekholder dan kepala desa di Maba Utara. Tapi sekarang alhamdulillah sudah normal,” kata Arul ketika dihubungi Sabtu kemarin.

Arul menyatakan, saat ini tiga mesin sudah mulai beroperasi karena satu diantaranya yang menggalami kerusakan teknis sudah kembali normal.

Menurutnya, pihak PLN sudah berupaya sejak lama mengusulkan penambahan unit mesin baru ke PLN UP3 Sofifi. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian direalisasi.

“Kami sudah usulkan untuk penambahan mesin ke PLN UP3 Sofifi. Bahkan usulan itu sudah disampaikan sejak dari manager lama. Saya lihat datanya sudah masuk dan dari anak perusahaan PLN sudah memproses ya harapanya secepatnya diproses,” pungkasnya.