poskomalut, Pergantian 11 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Ternate bukan sekadar rotasi jabatan.

Di balik pelantikan tersebut, Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman, menaruh tuntutan besar kepada para pejabat yang kini memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis.

Pesan Tauhid saat melantik 11 pejabat eselon II di aula lantai 1 Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (1/10/2026), cukup tegas “birokrasi tidak boleh berjalan lambat, pelayanan publik harus dipercepat, dan program pemerintah harus menghasilkan dampak yang bisa dirasakan masyarakat”.

Pelantikan tersebut berdasarkan SK Wali Kota Ternate Nomor 821.2/KEP/2773/2026 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Ternate tertanggal 30 September 2026.

Menurut Tauhid, pengisian jabatan tersebut merupakan hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang dilakukan secara transparan, objektif dan terukur.

Namun, setelah proses seleksi dan pelantikan selesai, tantangan sebenarnya justru berada di tangan para pejabat baru.

Tauhid meminta mereka segera beradaptasi dengan tugas masing-masing, bekerja cepat serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Jabatan adalah amanah dan kepercayaan. Saya meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi, bekerja cepat, dan melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat Ternate,” tegas Tauhid.

Ia juga mengingatkan agar jajaran pimpinan OPD memangkas berbagai proses birokrasi yang berbelit-belit.

Pelayanan kepada masyarakat, kata Tauhid, harus lebih responsif. Para pejabat juga dituntut mengakselerasi program strategis sesuai visi Ternate yang Mandiri dan Berkeadilan (Andalan).

Mag Fir
Editor