poskomalut, Pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bastiong, Ternate, dikeluhkan penumpang.

Sistem penjualan tiket yang masih terpusat pada satu loket untuk berbagai rute dinilai memicu antrean panjang hingga membuat calon penumpang kehilangan jadwal keberangkatan.

Keluhan ini mencuat setelah sejumlah penumpang mengaku kesulitan mendapatkan tiket, terutama untuk rute Bastiong–Sofifi, Tidore, Moti, Makian, hingga Sidangoli.

Kondisi tersebut dinilai menghambat kelancaran perjalanan dan merugikan pengguna jasa penyeberangan.

Tak hanya persoalan antrean, ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kapal juga disorot. Jadwal yang molor semakin menambah ketidaknyamanan penumpang yang harus menunggu di area pelabuhan.

Salah satu penumpang, Jainul Yusup, mengaku gagal berangkat ke Sofifi menggunakan jadwal pagi karena terjebak antrean panjang di loket tiket.

“Pelayanan di Pelabuhan Bastiong ini benar-benar merugikan penumpang. Saya tidak bisa berangkat ke Sofifi sesuai jadwal pagi, karena tertahan di antrean tiket yang sangat panjang, sementara loketnya hanya satu untuk semua rute. Ini sangat tidak efektif,” ujar Jainul, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, sistem pelayanan tiket perlu segera dibenahi agar calon penumpang tidak terus menghadapi persoalan serupa.

Ia menilai, penjualan tiket yang masih terpusat pada satu loket perlu dievaluasi, terutama ketika melayani penumpang dengan tujuan berbeda.

Jainul bersama sejumlah penumpang lainnya mendesak pengelola pelabuhan dan instansi terkait menghadirkan sistem penjualan tiket secara daring atau online.

“Sudah selayaknya pihak pengelola membuka penjualan tiket secara online. Di era digital seperti sekarang, masyarakat tidak seharusnya harus mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan tiket. Dengan sistem online, penumpang bisa lebih mudah merencanakan perjalanan,” tegasnya.

Penerapan tiket online diharapkan dapat mempermudah akses pembelian, mengurangi penumpukan antrean di loket, serta memberikan kepastian bagi calon penumpang sebelum tiba di pelabuhan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Pelabuhan Ferry Bastiong terkait keluhan penumpang maupun usulan penerapan sistem tiket digital.

Mag Fir
Editor