poskomalut.com
baner header

Sopir Dum Truk Tuduh DLH Hentikan Aktivitas Galian C di Kota Tenate

Sopir Dum Truk : Rekomendasi belum keluar, Aktivitas pangangkutan akan dilanjutkan besok.

TERNATE-PM.com,  Setelah melakukan aksi selama berjam-jam di depan gedung DPRD kota Ternate, masa yang tergabung dalam Persatuan Asosiasi Sopir Dum Truk Kota Ternate akhirnya membubarkan diri setelah melakukan pertemuan bersama Sekwan DPRD Kota Ternate, Kamis, (20/02/2020).

Korlap aksi, Aswat Ibrahim setelah melakukan pertemuan bersama Sekwan mengatakan, aktivitas pengangkutan material timbunan di lokasi galian C akan tetap berjalan sambil menunggu koordinasi antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan pemerintah.

“Katanya nanti dorang lakukan koordinasi dengan pemerintah. Jadi torang juga akan tetap menunggu, tetapi torang sebagai pekerja akan tetap berjalan seperti biasa,” ungkapnya kepada poskomalut.com.

Aswat menambahkan, pekerjaan pengangkutan material timbunan yang akan di lanjutkan adalah proyek di kawasan reklamasi Kalumata Pantai. Pekerjaan pengangkutan akan mereka lanjutkan besok hari, karena sampai saat ini belum ada rekomendasi  yang melarang.

Untuk lokasi pengangkutan material sendiri, pihaknya sementara masih menunggu koordinasi dengan kontraktor.

“Rekomendasi ini kan masih tahap lisan, jadi kita juga akan tetap menuntut agar pekerjaan ini tetap jalan karena ini demi kepentingan pembangunan yang ada di kota Ternate. Untuk lokasi, besok baru kita ketahui karena sementara pihak sopir Dum Truk juga masih menunggu koordinasi dengan pihak kontraktor,” tambahnya.

Sementara itu, Sekwan DPRD kota Ternate yang melakukan hering bersama Sopir Dum Truk, Shafia M Nur mengatakan, setelah Dirinya melakukan koordinasi dengan ketua Komisi III melalui via telepon, Anas U Malik menyampaikan kepada Dirinya bahwa DPRD tidak melarang atau memberhentikan sopir Dum Truk untuk melakukan aktivitas pengangkutan material.

“Pada prinsipnya DPRD tidak menghentikan proses pengangkutan material. Jadi nanti mereka akan melakukan rapat dan hasil rapat itu akan di sampaikan kepada pimpinan, nanti pimpinan membuat rekomendasi untuk pemberhentian sementara sambil menunggu dorang punya pengurusan izin. Sampai sejauh ini belum ada rekomendasi dari DPRD terkait pemberhentian sementara,” terangnya.

Shafia juga menambahkan, terkait rekomendasi penghentian sementara yang tidak dikeluarkan oleh DPRD setelah dijelaskan kepada pihak Sopir Dum Truk, ternyata Sopir Dum truk mengatakan bahwa penghentian sementara berasal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang langsung turun ke lokasi untuk menghentikan sementara pekerjaan mereka.

 “Saya tanya mereka siapa yang suruh untuk berhenti, kata mereka kalau yang memberhentikan sementara adalah pihak DLH yang langsung turun ke lokasi. Sebelum itu saya telepon dulu pihak DLH, jangan sampai dari pemerintah sudah mengeluarkan rekomendasi. Saya juga telepon Sekda, ternyata Sekda juga belum mengeluarkan rekomendasi ke penambang untuk pemberhentian kerja galian,” tuturnya.

Berdasarkan laporan Sopir Dum Truk bahwa penghentian sementara dilakukan oleh pihak DLH.  Setelah dilakukan koordinasi oleh Kabag Umum DPRD, ternyata DLH membantah atas tuduhan tersebut.

“Setelah Kabag Umum koordinasi dengan Sekertaris DLH, katanya tidak pernah ada petugas yang turun untuk pemberhentian. Terus siapa yang sebetulnya dibalik semua ini. Saya juga tanya kenapa tidak ke DLH, mereka jawabnya kalau belum ke sana saja. Ya kalau memang DLH yang menghentikan sementara maka seharusnya mereka ke DLH, bukan ke DPRD,” tegasnya.

Rekomendasi pemberhentian sementara yang belum juga dikeluarkan oleh pemerintah karena sementara masih menunggu rekomendasi dari DPRD.  Terkait rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh DPRD nantinya setelah dilakukan rapat dan kemudian hasilnya diserahkan kepada pimpinan untuk dikaji bersama baru bisa dikeluarkan rekomendasi tersebut.

“Sampai sejauh ini kan rekomendasi belum keluar,” tutupnya. (OP-red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: