Ku sapa pagi yang mentari hampir pecah,
Ku gerakkan badan serta kaki dan melangkah,
Pada setiap badan jalan,
ku dapati kau sebagai bayangan gelap,
Senyum manis itu masih sama,
Namun rasa nya sedikit berbeda,
Aku pikir ini khayalan,
Sebab lama kelamaan macam wacana,
Tentang jarak yang sangat tak pantas,
Dan rasa mulai hambar,
Komunikasipun sudah terjedah,
mungkinkah pantas,?
Sebab rindu ku semakin membara,.
Pada keterikatan yang tak pasti adanya
Aku terluka dengan sendirinya,
Sebab rasa yang ku punya,
Bertepuk sebelah tangan,
Dengan alasan dia trauma soal cinta,
Ha.. Hah. Sedikit ku jelaskan,.
Bukan tentang kita tak bisa,
Tapi tentang rindu dan luka yang tak ada obatnya,
Berbahagialah kawan,.
Kita bukan sedang menyimpulkan rasa
Yang biasa berubah menjadi cinta,
Namun kita kembalikan rasa dalam ikatan persahabatan,.
Pada Kota Ternate indah,
Ku titip sebuah cerita, Rasa tetap abadi sebab kita selalu bersama, meski raga tak di tempat

Tinggalkan Balasan