poskomalut, Rapat tim KPK Korsup Wilayah V dengan Pemprov Maluku Utara di kediamannya gubernur, Krysan Ternate, digelar tertutup, Kamis (11/6/2026).
Awak media tidak diizinkan masuk. Gerbang kediaman gubernur ditutup dan dijaga ketat anggota Satpol PP yang bertugas.
Sejumlah kendaraan dinas dan tamu terpantau parkir depan kantor penghubung tersebut selama rapat.
Pantauan di lokasi, Sekda Malut Samsuddin Abdul Kadir, Wagub Sarbin Sehe, Gubernur Sherly Laos masuk ruang rapat sejak pagi.
Petugas jaga minta wartawan menunggu di luar pagar sampai kegiatan selesai.
Satu pegawai Pemprov bilang, larangan meliput atas permintaan KPK.
“Arahan dari dalam tidak bisa masuk, KPK yang minta,” katanya.
Namun info yang dihimpun justru sebaliknya. Ada indikasi Pemprov tidak ingin substansi rapat bocor media.
Rapat tertutup ini memicu tanya. Sebab, agenda KPK biasanya terkait penguatan tata kelola, pencegahan korupsi, atau monitoring program strategis daerah.
Diketahui, beberapa bulan terakhir, Pemprov Malut keras mendapat sorotan ihwal pengadaan barang jasa atau PBJ, pinjam pakai bendera tender proyek, Pokja rangkap jabatan, sampai dugaan monopoli proyek.
Hingga berita ini dipublis, pertemuan super tertutup sejak pagi tadi masih berlangsung.



Tinggalkan Balasan